BANGKALAN || timesmerahputih.com– Usai mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia secara virtual, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyerahkan remisi umum secara simbolis kepada warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangkalan, Senin (17/08/2026).
Penyerahan remisi ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan sekaligus bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pembinaan warga binaan.
Pada momentum 17 Agustus tahun ini, tercatat sebanyak 142 warga binaan Rutan Kelas IIB Bangkalan menerima remisi.
Rinciannya, 137 orang menerima Remisi Umum I berupa pengurangan sebagian masa pidana, dan 5 orang menerima Remisi Umum II atau langsung bebas pada hari itu juga.
Bupati Lukman Hakim menegaskan bahwa pemberian remisi adalah bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan dan menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pembinaan.
“Remisi ini merupakan salah satu anugerah kemerdekaan bagi warga binaan yang memenuhi syarat dan berkelakuan baik. Karena itu, kami berharap masa pembinaan di dalam Rutan dapat menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri”ujar Bupati Lukman.
Menurutnya, makna kemerdekaan tidak hanya untuk diperingati secara seremonial, tetapi juga harus menjadi momentum refleksi bagi setiap warga negara, termasuk warga binaan.
Bupati juga berharap, setelah selesai menjalani masa pidana, para warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, taat hukum, dan mampu membangun kembali kepercayaan publik.
Ia menekankan pentingnya memanfaatkan berbagai keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan di dalam Rutan.
“Banyak keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan melalui berbagai pelatihan. Kami berharap keterampilan tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan diri, sehingga ketika kembali ke masyarakat dapat menjadi pribadi yang produktif dan memberikan manfaat bagi lingkungan” tuturnya.
Dengan adanya remisi ini, diharapkan semangat kemerdekaan ke-81 RI dapat mendorong warga binaan untuk terus berbenah dan menjadi bagian yang positif dalam pembangunan bangsa.
(Azis).











