BANGKALAN || timesmerahputih.com– Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus memperkuat komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan berintegritas. Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi pencegahan korupsi bagi seluruh Aparatur Sipil Negara ASN.
Kegiatan yang digagas Inspektorat Kabupaten Bangkalan tersebut digelar di Aula Diponegoro, Pemkab Bangkalan, Kamis (20/8/2026). Sosialisasi diikuti oleh perangkat daerah dan ASN di lingkungan Pemkab Bangkalan, dengan menghadirkan Penyuluh Antikorupsi Utama Badrul sebagai narasumber.
Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far membuka kegiatan sekaligus menegaskan komitmen Pemkab dalam membangun budaya integritas di lingkungan pemerintahan.
Menurutnya, pencegahan korupsi tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga menyangkut integritas, moralitas, dan tanggung jawab aparatur dalam menjalankan amanah.
“Setiap aparatur harus menjaga integritas, menghindari konflik kepentingan, menolak gratifikasi, serta memastikan setiap rupiah anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan” tegas Wabup Fauzan.
Ia juga mendorong penguatan fungsi pengawasan untuk menutup celah potensi korupsi maupun kesalahan administrasi.
APIP kata Wabup, tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga harus menjadi pendamping, edukator, serta melakukan deteksi dini terhadap potensi pelanggaran, baik di lingkup pemerintah daerah maupun pemerintahan desa.
Dalam upaya pencegahan, Pemkab Bangkalan telah melakukan sejumlah langkah konkret. Di antaranya memperketat pengawasan dan pengelolaan anggaran, memperkuat review Inspektorat terhadap perencanaan dan penganggaran, mempercepat sertifikasi aset daerah, serta mendorong pendampingan APIP dalam pengelolaan keuangan desa.
Untuk memudahkan aparatur, Pemkab juga menyediakan layanan Klik Konsultasi sebagai sarana pendampingan tata kelola pemerintahan. Selain itu terdapat Whistleblowing System WBS sebagai kanal pengaduan dugaan pelanggaran dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pelapor.
“Dengan penguatan sistem, edukasi, dan keterbukaan, kami berharap budaya integritas tumbuh di setiap lini pemerintahan. Sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik, cepat, dan bebas dari praktik korupsi”pungkas Wabup.
(Azis).











