BANGKALAN || timesmerahputih.com— Memasuki puncak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah. Salah satu imbauan utama adalah menghentikan kebiasaan membakar sampah secara sembarangan di ruang terbuka.
Kebijakan ini dikeluarkan menyusul meningkatnya potensi kebakaran lahan dan pemukiman akibat kondisi cuaca yang kering dan angin kencang. Melalui kampanye di media sosial @kominfobkl. Pemkab Bangkalan menekankan bahwa tindakan kecil seperti membakar sampah dapat berdampak besar jika tidak dilakukan dengan hati-hati.
Menurut Diskominfo Bangkalan, kondisi lingkungan saat kemarau sangat berbeda dengan musim hujan. Tanah menjadi kering, rumput dan dedaunan mudah terbakar, serta angin yang berhembus kencang dapat mempercepat perambatan api.
“Kenapa bakar sampah di musim kemarau bisa picu kebakaran besar? Karena sampah biasanya dibakar di ruang terbuka saat kondisi cuaca kering dan berangin. Api dapat merambat ke rumput, daun kering, semak, atau material lain yang mudah terbakar,” jelas keterangan resmi Diskominfo, Rabo 3 September 2026.
Bahkan, jika pembakaran dilakukan di dekat lahan kosong atau kawasan dengan vegetasi kering, kebakaran berpotensi berkembang lebih luas dan sulit dikendalikan. Hal ini tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga keselamatan warga dan harta benda.
Selain risiko kebakaran, membakar sampah juga menimbulkan dampak lain bagi kesehatan dan lingkungan. Asap dari pembakaran sampah mengandung partikel berbahaya yang dapat mengganggu pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita asma.
Asap tersebut juga berkontribusi terhadap polusi udara dan menurunkan kualitas lingkungan di sekitar tempat tinggal. Untuk itu, Pemkab Bangkalan melalui Diskominfo mengajak masyarakat beralih ke cara pengelolaan sampah yang lebih aman dan bermanfaat.
Ada 2 langkah sederhana yang bisa dilakukan warga: Pertama, olah sampah organik menjadi kompos, sampah seperti sisa makanan, sayur, buah, dan daun kering bisa diolah menjadi pupuk kompos. Selain mengurangi volume sampah, kompos juga bermanfaat untuk tanaman di pekarangan rumah.
Kedua , Setorkan sampah anorganik ke bank sampah, sampah yang bisa didaur ulang seperti botol plastik, kertas, kardus, dan kaleng sebaiknya dipilah dan disetorkan. Cara ini membantu mengurangi tumpukan sampah sekaligus memiliki nilai ekonomi.
“Yuk, pilih cara lain untuk mengelola sampah tanpa pakai api. Lebih aman, lebih bermanfaat, dan lingkungan kita tetap terjaga,” ajak Diskominfo.
Pemkab Bangkalan berharap imbauan ini dapat dipahami dan dijalankan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pencegahan kebakaran harus dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan rumah masing-masing.
“Yuk lebih bijak mengelola sampah dan hindari membakar sampah sembarangan. Jaga lingkungan, cegah kebakaran!” tutup Diskominfo.
(Azis).











