Misteri Dua Mayat Anak Perempuan di Siabu. LPA Sumut Desak Kepolisian Ungkap Unsur Pidana

Panyabungan – Investigasi mendalam terkait kematian beruntun dua anak perempuan dalam waktu berdekatan di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memicu sorotan tajam dari berbagai pihak. Lambannya penanganan hukum serta minimnya mitigasi dari instansi terkait dinilai memperpanjang trauma keluarga korban sekaligus memicu keresahan sosial akut di Bumi Gordang Sambilan.

Kasus pertama menyangkut penemuan mayat putri dari Bapak Hermansyah di saluran irigasi Desa Sihepeng yang kini sudah berjalan dua bulan di Satreskrim Polres Madina tanpa titik terang. Sementara kasus kedua berlokasi di Desa Lumban Dolok, di mana seorang anak perempuan lulusan SMPN 3 Siabu ditemukan meninggal dunia dengan dugaan kuat menjadi korban kekerasan seksual dan pembunuhan yang melibatkan oknum internal sekolah.

Merespons situasi darurat tersebut, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Sumatera Utara, Muniruddin Ritonga ikut angkat bicara mendorong percepatan penanganan kasus ini secara transparan dan objektif.

“Kita mendukung Kapolres Madina AKBP Bagus Priandi untuk segera mengungkap tabir misteri dua kejadian viral tersebut secara profesional dan transparan untuk memberi kepastian hukum. Jangan ada hal yang ditutupi, segera usut tuntas’ tegas Muniruddin Ritonga kepada pers via saluran komunikasi WatshApp dari Medan (04/08)

Muniruddin yang juga anggota DPRD Sumut ini menegaskan bahwa pihaknya berdiri bersama keluarga korban untuk memastikan penegakan hukum berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Pihaknya secara kelembagaan juga siap bersinergi penuh dengan aparat penegak hukum guna mengungkap fakta di balik dua tragedi fatal ini.

“Kita mendorong dan mendukung aparat Kepolisian Kabupaten Mandailing Natal untuk memproses penemuan mayat anak di dua lokasi dalam jangka waktu yang berdekatan tersebut. Lembaga Perlindungan Anak Sumatera Utara siap berdampingan dan bekerja sama dalam mengungkap suatu tindak pidana yang melibatkan anak,” ujarnya dengan nada tegas.

Muniruddin menggaris bawahi pentingnya kecepatan penyelidikan agar spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak semakin bias.

“Kepastian hukum menjadi hak mutlak yang harus diterima oleh keluarga korban” sebutnya.

Pihaknya juga berharap agar hal ini bisa diproses secara terbuka, objektif sehingga ada kepastian hukum.

Dia meminta agar aparat penegak hukum bisa bekerja secara profesional sesuai aturan regulasi yang berlaku tanpa diskriminasi dan intervensi.

Tak hanya menyoroti kinerja aparat penegak hukum, LPA Sumut juga memberikan teguran tidak langsung kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Madina, khususnya dinas yang membidangi perlindungan anak.

“Respons lamban Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) untuk segera turun tangan dalam memberikan trauma healing dan melakukan mitigasi sosial dinilai menjadi rapor merah dalam perlindungan anak di daerah.

“Kita mendorong agar pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait agar menjalankan kewenangan dan fungsinya. Sinergi ini penting sehingga pihak-pihak yang berkaitan dengan kejadian ini memiliki kepastian, tanpa harus menggunakan narasi-narasi liar dalam kejadian penemuan dua mayat di dua tempat yang berbeda,” cetus Muniruddin.

LPA Sumut menilai hadirnya negara melalui dinas sosial dan perlindungan anak adalah hal wajib, mengacu pada amanat UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UU No. 12 Tahun 2022 tentang TPKS yang menekankan integrasi layanan perlindungan korban secara cepat.

Menutup keterangannya, Ketua LPA Sumut ini menyampaikan rasa duka mendalam sekaligus meminta masyarakat Madina, khususnya di Kecamatan Siabu, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak di lingkungan masing-masing agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kita mengimbau melalui kejadian ini agar lebih waspada dan memperhatikan anak-anak kita, sehingga harapan kami ini adalah kejadian yang terakhir. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan sembari menunggu informasi resmi dan kepastian tentang kejadian ini dari pihak yang berwenang,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi media masih terus melakukan penelusuran lapangan serta mengonfirmasi lebih lanjut pihak Satreskrim Polres Madina dan Dinas Sosial P3A Kabupaten Mandailing Natal guna mendapatkan kejelasan mengenai progres penanganan perkara dan realisasi pendampingan psikologis bagi keluarga korban.
(Magrifatulloh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Keluarga H. Hamim Thohari Gelar Pengajian dan Doa Bersama, Undang 50 Anak Yatim

Banyuwangi —Times merah putih.com//12 September 2026, Keluarga Bapak H. Hamim Thohari menggelar acara pengajian, tahlil, dan doa bersama dengan mengundang ...

Yusuf Kurniawan Yang Di Sapa Iwan Ketua LSM Harimau DPC Banyuwangi Bersama Jajaran Pengurus Dan Anggotanya Meninjau Lokasi Bersama Perhutani, Membuka Akses Jalan Umum Buat Warga Dusun Wangkal Kalipuro

BANYUWANGI. — Persoalan akses jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah Kalipuro mendapat perhatian dari LSM Harimau DPC Banyuwangi. Lembaga ...

Dandim 0825/Banyuwangi Didampingi Ibu Tekankan Disiplin dan Kehormatan Prajurit Saat Kunjungi Koramil Cluring

Banyuwangi -Times Merah putih.com//Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., bersama Ketua Persit KCK Cabang XXXIX Ny ...

Navy Golf Tournament HUT ke-81 TNI AL: Ketika Sportivitas Menjadi Gerakan Kemanusiaan

SURABAYA —  Sekitar 140 peserta Navy Golf Tournament dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut (TNI ...

Jaga Kebersihan Pelabuhan, Polsek Gilimanuk Bersama Lintas Instansi Gelar Aksi Bersih-Bersih

JEMBRANA – Times Merah putih.com//Menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan pelabuhan menjadi tanggung jawab bersama. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih ...

MAKI Jatim Gagas Panggung Besar Ekonomi Kreatif di Banyuwangi, 80 Booth Dorong UMKM Naik Kelas Menuju Pasar Global

SIDOARJO — Banyuwangi kembali diproyeksikan menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan ekonomi kreatif Jawa Timur. Kali ini, panggung tersebut ...
error: Content is protected !!