Jokowi Sebut Dirinya “Sultan Majdzub Besuki”, Agus Flores Ungkap Jejak Spiritual, Darah Sejarah hingga Perjalanan Ziarah Raja Nusantara

SITUBONDO, BESUKI – Times Merah putih.com//Sebuah pernyataan penuh nuansa sejarah, spiritualitas dan perjalanan hidup disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PWFRN), R.Mas MH Agus Rugiarto Astrodiarjo, S.H., yang akrab disapa Agus Flores.

Agus Flores mengungkapkan, apabila dirinya pernah disebut sebagai “Sultan Majdzub Besuki” oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, maka menurutnya hal tersebut merupakan hak pribadi Jokowi dalam memberikan penilaian terhadap dirinya.

Menurut Agus, setiap orang memiliki cara dan sudut pandang tersendiri dalam menilai perjalanan hidup seseorang.

“Kalau Pak Jokowi menyebut saya sebagai Sultan Majdzub Besuki, itu merupakan hak pribadi beliau dalam menilai saya,” ungkap Agus Flores.

Namun di balik sebutan tersebut, Agus Flores juga mengungkap perjalanan panjang keluarganya yang menurutnya memiliki keterkaitan historis dengan wilayah Besuki.

Ia menceritakan bahwa ayahnya, pada masa kecil, pernah tinggal di kawasan Kraton Pendopo Besuki. Selain itu, terdapat pula cerita dan jejak sejarah keluarga yang dikaitkan dengan lingkungan pejabat pada masa Residensi Besuki.

Tak hanya itu, Agus Flores juga menyebut adanya kemungkinan hubungan historis dengan keluarga besar Noto Kusumo, yang dikenal dalam sejarah sebagai Bupati Besuki pertama.

Bagi Agus, sejarah keluarga dan perjalanan spiritual merupakan bagian dari perjalanan hidup yang tidak dapat dipisahkan begitu saja.

Hobi Ziarah Raja-Raja Nusantara

Agus Flores juga dikenal memiliki kegemaran melakukan perjalanan dan ziarah ke berbagai situs sejarah serta tempat-tempat yang berkaitan dengan kerajaan dan raja-raja Nusantara.

Kegemaran tersebut, menurutnya, telah dijalani sejak usia muda dan terus dilakukan hingga kini.

Baginya, perjalanan itu bukan sekadar wisata sejarah. Ada pencarian makna, penghormatan terhadap leluhur dan upaya memahami perjalanan panjang Nusantara yang menjadi bagian dari hobinya.

“Kalau dalam hidup saya suka jalan dan ziarah ke para raja seluruh Nusantara, karena itu sudah menjadi hobi dari kecil sampai setengah abad ini,” ujarnya.

Agus juga memandang perjalanan spiritual sebagai bagian dari takdir dan jalan hidup yang harus dijalani dengan penuh rasa syukur.

Menurutnya, apabila dalam perjalanan hidup seseorang memiliki pengalaman spiritual tertentu dan merasakan kedekatan batin dengan sejarah maupun leluhur, maka hal tersebut harus disikapi dengan rasa syukur serta tanggung jawab.

“Kalaupun saya bisa berkomunikasi dengan para raja leluhur, itu harus saya syukuri. Mungkin memang jalan hidup saya ditakdirkan seperti itu,” tuturnya.

Rumah Jadi Tempat Mengaji Selama 16 Tahun

Di tengah perjalanan hidupnya yang penuh warna, Agus Flores menegaskan bahwa pendidikan agama tetap menjadi pondasi utama dalam keluarganya.

Ia mengaku mendidik istri dan anak-anaknya agar memiliki pemahaman agama yang kuat, khususnya dalam memahami dan menjalankan ajaran Rasulullah SAW.

Bahkan, rumahnya selama kurang lebih 16 tahun disebut telah menjadi tempat kegiatan pengajian bagi anak-anak generasi muda.

Menurut Agus, anak-anak dari berbagai latar belakang datang dan belajar bersama tanpa membedakan status sosial maupun latar belakang keluarga.

Anak-anak yang kurang mampu hingga anak-anak dari kalangan pejabat disebutnya dapat berkumpul dan mengaji bersama di rumahnya.

Bagi Agus Flores, pendidikan agama bukan hanya sebatas teori, tetapi harus diwujudkan melalui kepedulian sosial dan kehidupan sehari-hari.

Perjalanan Syariah, Tarekat hingga Tasawuf

Dalam perjalanan spiritual pribadinya, Agus Flores mengaku telah menjalani proses pembelajaran dalam berbagai tahapan keilmuan Islam, mulai dari pemahaman syariah hingga perjalanan tarekat dan tasawuf.

Ia menyebut dirinya telah mendapatkan pembinaan dan penguatan spiritual dalam lingkungan Shalawat Al Qodariah.

Bagi Agus, seluruh perjalanan tersebut telah membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan.

Ia tidak ingin terlalu jauh memaksakan diri menentukan bagaimana orang lain harus menilai dirinya.

Baginya, hidup adalah perjalanan yang harus dijalani dengan keyakinan, rasa syukur, pengabdian serta tanggung jawab kepada keluarga dan masyarakat.

“Artinya hidup ini dijalankan saja, sampai di mana ujungnya,” pungkas Agus Flores.

Pernyataan tersebut memperlihatkan sisi lain perjalanan Agus Flores, yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan sosial.

Di balik aktivitasnya yang dinamis, terdapat perjalanan panjang tentang sejarah keluarga, kecintaan terhadap situs-situs kerajaan Nusantara, kegiatan keagamaan, pendidikan generasi muda hingga pencarian makna spiritual dalam menjalani kehidupan.

Bagi Agus Flores, julukan, penilaian maupun pandangan orang lain merupakan bagian dari dinamika kehidupan.

Namun pada akhirnya, ia memilih tetap berjalan di jalannya sendiri.

Menjalani hidup, menjaga keluarga, mendidik generasi dan menyerahkan ujung perjalanan kepada kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

Redaksi ( NURSALIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Keluarga H. Hamim Thohari Gelar Pengajian dan Doa Bersama, Undang 50 Anak Yatim

Banyuwangi —Times merah putih.com//12 September 2026, Keluarga Bapak H. Hamim Thohari menggelar acara pengajian, tahlil, dan doa bersama dengan mengundang ...

Yusuf Kurniawan Yang Di Sapa Iwan Ketua LSM Harimau DPC Banyuwangi Bersama Jajaran Pengurus Dan Anggotanya Meninjau Lokasi Bersama Perhutani, Membuka Akses Jalan Umum Buat Warga Dusun Wangkal Kalipuro

BANYUWANGI. — Persoalan akses jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah Kalipuro mendapat perhatian dari LSM Harimau DPC Banyuwangi. Lembaga ...

Dandim 0825/Banyuwangi Didampingi Ibu Tekankan Disiplin dan Kehormatan Prajurit Saat Kunjungi Koramil Cluring

Banyuwangi -Times Merah putih.com//Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., bersama Ketua Persit KCK Cabang XXXIX Ny ...

Navy Golf Tournament HUT ke-81 TNI AL: Ketika Sportivitas Menjadi Gerakan Kemanusiaan

SURABAYA —  Sekitar 140 peserta Navy Golf Tournament dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut (TNI ...

Jaga Kebersihan Pelabuhan, Polsek Gilimanuk Bersama Lintas Instansi Gelar Aksi Bersih-Bersih

JEMBRANA – Times Merah putih.com//Menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan pelabuhan menjadi tanggung jawab bersama. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih ...

MAKI Jatim Gagas Panggung Besar Ekonomi Kreatif di Banyuwangi, 80 Booth Dorong UMKM Naik Kelas Menuju Pasar Global

SIDOARJO — Banyuwangi kembali diproyeksikan menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan ekonomi kreatif Jawa Timur. Kali ini, panggung tersebut ...
error: Content is protected !!