Ket photo: Taufik Nurhidayat Ketua FKPB saat adakan diskusi Pendidikan (istimewa dok Times merah putih).
BANGKALAN — Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) menyoroti penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan. Sorotan ini mengemuka setelah wilayah tersebut mencatatkan penerimaan program revitalisasi gedung sekolah terbanyak dibandingkan kecamatan lain se-Kabupaten Bangkalan.
Taufik Nurhidayat Ketua Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) menilai adanya kejanggalan antara tingginya alokasi anggaran fisik berupa revitalisasi gedung dengan efektivitas pengalokasian serta pengelolaan Dana BOS di tingkat sekolah.
Ia menyatakan bahwa transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran pendidikan di Tanah Merah harus dibuka secara terang benderang kepada publik. Menurutnya, besarnya porsi bantuan fisik yang mengucur ke wilayah Kecamatan Tanah Merah, seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan kualitas sarana pendukung yang dibiayai oleh Dana BOS.
“Kecamatan Tanah Merah mendapat porsi revitalisasi gedung sekolah terbanyak di Bangkalan. Namun, kami menemukan indikasi pertanyaan di lapangan terkait optimalisasi penggunaan Dana BOS di sekolah-sekolah penerima. Kami meminta pihak terkait untuk melakukan evaluasi dan transparansi atas realisasi dana tersebut,” ujar Taufik
Ia meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan beserta instansi pengawas terkait untuk turun ke lapangan guna melakukan audit serta klarifikasi secara menyeluruh. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan anggaran negara benar-benar terserap sesuai regulasi dan memberikan dampak langsung terhadap mutu pembelajaran siswa.
Taufik memastikan akan berkoordinasi langsung dengan pihak dinas pendidikan dan instansi pengawasan, agar mengaudit secara langsung Bantuan Operasional Sekolah (BOS) supaya sekolah tidak hanya bergantung pada bantuan revitalisasi, tegasnya











