Bukan Sekadar Festival, Heru Satriyo Sebut The Biggest Culture of Jatim with UKM/UMKM Ekraf Festa 2026 Sebagai Manifestasi Kolaborasi Budaya dan Ekonomi Kreatif

BANYUWANGI – Perhelatan The Biggest Culture of Jatim with UKM/UMKM Ekraf Festa 2026 semakin menunjukkan daya tariknya sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan seni, kebudayaan, hiburan, kreativitas, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tidak sekadar menghadirkan kemeriahan panggung pertunjukan, kegiatan ini membawa pesan yang lebih substantif tentang pentingnya menjadikan potensi budaya lokal sebagai salah satu kekuatan penggerak ekonomi daerah.

Semarak malam di Dusun Pancoran, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (31/10/2026), semakin terasa dengan penampilan grup musik One Nada dan penyanyi Wandra Restusiyan. Kehadiran keduanya berhasil membangun atmosfer hiburan yang penuh antusiasme, sekaligus memberikan warna tersendiri dalam rangkaian agenda kebudayaan berskala Jawa Timur tersebut.

Alunan musik One Nada yang berpadu dengan penampilan Wandra Restusiyan menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung. Panggung pertunjukan pun menjelma menjadi ruang ekspresi yang memperlihatkan bagaimana seni musik memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat, membangun kebersamaan, sekaligus memperluas apresiasi terhadap kreativitas anak bangsa.

Namun, di balik kemeriahan tersebut, terdapat gagasan besar yang menjadi ruh penyelenggaraan kegiatan ini, yakni bagaimana kebudayaan tidak berhenti sebagai warisan historis, tetapi mampu berkembang menjadi kekuatan sosial, identitas daerah, dan sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur, Heru Satriyo, dalam keterangannya di tempat terpisah menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan The Biggest Culture of Jatim with UKM/UMKM Ekraf Festa 2026. Ia secara khusus menyoroti kehadiran Wandra Restusiyan yang dinilainya semakin memperkuat semarak malam perhelatan tersebut.

Menurut Heru, kehadiran seniman dan musisi dalam agenda kebudayaan memiliki arti lebih luas daripada sekadar memberikan hiburan. Seni musik merupakan bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang memiliki potensi untuk menciptakan ruang interaksi, menggerakkan aktivitas ekonomi, serta memperkenalkan karakter dan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Dalam perspektifnya, panggung kebudayaan semestinya menjadi ruang pertemuan berbagai potensi masyarakat. Seniman memperoleh ruang aktualisasi, pelaku UMKM mendapatkan kesempatan promosi, komunitas kreatif menemukan ruang kolaborasi, sementara masyarakat menjadi bagian dari pergerakan kebudayaan dan ekonomi daerah.

Heru menegaskan bahwa kekayaan budaya Jawa Timur tidak boleh hanya dibanggakan dalam seremoni atau pertunjukan sesaat. Lebih dari itu, potensi tersebut harus dikelola, dikembangkan, dan diberikan ruang agar mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kebudayaan bukan sekadar warisan yang harus kita jaga, tetapi juga kekuatan yang harus kita kembangkan. Ketika seni, musik, kreativitas, dan UMKM dipertemukan dalam satu panggung, kita sedang membangun ruang ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah,” demikian pesan yang disampaikan dalam konteks pentingnya kolaborasi seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

Ia juga memandang Banyuwangi sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan tradisi, seni, dan kreativitas masyarakat yang patut terus mendapatkan ruang pengembangan. Dengan kolaborasi yang tepat, potensi tersebut dapat menjadi modal penting untuk memperluas peluang ekonomi dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Dimensi lain yang menjadikan kegiatan ini memiliki nilai lebih adalah hadirnya agenda sosial dan edukatif melalui Deklarasi Anti-Bullying yang diikuti sekitar 1.000 siswa-siswi dari berbagai wilayah di Banyuwangi.

Keterlibatan ribuan pelajar tersebut menghadirkan pesan bahwa pembangunan kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan karakter generasi muda. Menghormati perbedaan, menumbuhkan empati, menjaga martabat sesama, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas perundungan merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat beradab.

Deklarasi tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah daerah tidak semata-mata diukur melalui pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, melainkan juga melalui kualitas karakter, kepedulian sosial, serta nilai-nilai kemanusiaan yang hidup di tengah masyarakat.

Dengan demikian, The Biggest Culture of Jatim 2026 menghadirkan tiga dimensi penting sekaligus: pelestarian kebudayaan, penguatan ekonomi kreatif, dan pembangunan karakter generasi muda.

Penyelenggaraan The Biggest Culture of Jatim with UKM/UMKM Ekraf Festa 2026 menjadi gambaran bahwa kolaborasi lintas sektor memiliki peran penting dalam membuka ruang pertumbuhan potensi daerah.

Seni memberikan identitas, kebudayaan menghadirkan karakter, kreativitas melahirkan inovasi, sedangkan UMKM menjadi salah satu instrumen penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

Kehadiran One Nada dan Wandra Restusiyan bukan hanya memperkaya rangkaian hiburan, melainkan menjadi bagian dari wajah ekonomi kreatif yang tumbuh melalui keterlibatan para pelaku seni dan industri kreatif.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah festival tidak semestinya hanya dinilai dari kemegahan panggung, banyaknya pengunjung, atau meriahnya pertunjukan. Ukuran yang lebih mendasar adalah sejauh mana kegiatan tersebut mampu membuka peluang, memperluas jejaring, memperkenalkan potensi lokal, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Pesan itulah yang menjadi relevansi penting dari penyelenggaraan The Biggest Culture of Jatim with UKM/UMKM Ekraf Festa 2026.

Dari Banyuwangi, sebuah pesan kebudayaan digaungkan: seni harus mendapatkan ruang, budaya harus memiliki masa depan, UMKM harus memperoleh kesempatan berkembang, dan kreativitas masyarakat harus menjadi kekuatan ekonomi. Sebab, daerah yang mampu merawat identitas budayanya sekaligus mengembangkan potensi ekonominya adalah daerah yang sedang membangun masa depan dengan fondasi jati diri dan kemandirian. (Bagas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Bukan Sekadar Festival, Heru Satriyo Sebut The Biggest Culture of Jatim with UKM/UMKM Ekraf Festa 2026 Sebagai Manifestasi Kolaborasi Budaya dan Ekonomi Kreatif

BANYUWANGI – Perhelatan The Biggest Culture of Jatim with UKM/UMKM Ekraf Festa 2026 semakin menunjukkan daya tariknya sebagai ruang kolaborasi ...

Kapolri Perkuat Sinergi dengan Kemendes, Dorong Desa Bersih Narkoba dan Pemberdayaan Masyarakat

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Dr. Sujudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.H., memperkuat sinergi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah ...

Kapolda Kalteng Bersama Bhayangkari Tanam 1000 Pohon Belangiran, Wujudkan Green Policing Lahan Bekas Karhutla Tumbang Nusa

Pulang Pisau - Wujudkan kepedulian terhadap lingkungan dan pulihkan lahan bekas terbakar, Polda Kalimantan Tengah terus menggaungkan Green Policing dengan ...

Melalui Jumat Keliling, Wakapolda Kalteng Sampaikan Imbauan Kamtibmas dan Maraknya Berita Hoaks

Palangka Raya - Wakapolda Kalimantan Tengah Brigjen Pol Dr. Hendra Wirawan, S.H., S.I.K., M.H., menjadi Khatib Salat Jumat di Masjid ...

Green Policing Program Prioritas Kapolri yang Dicanangkan di Polda Kalteng, Fokus Reboisasi Lahan Bekas Terbakar

Palangka Raya - Polda Kalimantan Tengah secara masif terus mencanangkan Green Policing sebagai implementasi Program Prioritas Kapolri di wilayah Kalimantan ...

AMAS dan MADAS-APN Gagas Dewan Migas Rakyat Madura, Dukung Prabowo Dua Periode hingga Perangi Parkir Liar dan Rokok Ilegal

JAKARTA-ALIANSI MADURA ASLI (AMAS) Dan Majelis Madura Asli-Aliansi Pemuda Nasional (MADAS-APN) Gagas Komite Peduli Migas Madura. Hal ini disampaikan oleh ...
error: Content is protected !!