SPA Sobo. Raden Sebut: Monumen Kematian Akal Sehat, Warga Dijadikan Korban Proyek Sampah

Banyuwangi | Rencana pembangunan Stasiun Peralihan Antara (SPA) di Kelurahan Sobo menuai penolakan keras dari warga dan aktivis. Fasilitas penampungan dan pemilahan sampah berkapasitas 50-90 ton per hari tersebut dinilai salah lokasi dan berpotensi besar mencemari lingkungan pemukiman.

SPA Sobo direncanakan berdiri di atas lahan milik pemerintah daerah seluas ±17.000 meter persegi dan hanya berjarak sekitar satu meter dari perumahan warga, termasuk Perumahan Adimas Sobo Regency. Kondisi ini memicu keresahan karena bertentangan dengan prinsip jarak aman fasilitas persampahan yang idealnya jauh dari pemukiman.

Aktivis Filsafat Logika Berpikir, Raden Teguh Firmansyah, melontarkan kritik keras terhadap rencana tersebut. Ia menyebut kebijakan ini sebagai bentuk kegagalan berpikir rasional dalam perencanaan lingkungan.

“Menempatkan SPA berkapasitas puluhan ton sampah hanya satu meter dari rumah warga adalah kejahatan logika dan kebrutalan kebijakan. Ketika pemerintah sendiri mengaku tidak bisa menjamin 100 persen bebas bau dan pencemaran, maka jelas yang dikorbankan adalah rakyat,” tegas Raden Teguh. Kamis. 29-01-2026.

Dalam sosialisasi yang digelar DLH Banyuwangi bersama PT. Systemiq Lestari Indonesia, pihak pemerintah mengakui tidak dapat menjamin sepenuhnya bebas bau. Pernyataan tersebut justru dinilai memperkuat kekhawatiran warga bahwa risiko lingkungan akan ditanggung masyarakat sekitar.

Raden Teguh juga menyoroti proses survei lokasi yang dilakukan sejak 2022 hingga 2024 tanpa melibatkan warga terdampak, pengembang, maupun perangkat RT setempat. Menurutnya, hal itu merupakan pelanggaran prinsip partisipasi publik dalam perencanaan pembangunan.

“Pembangunan tanpa melibatkan warga bukan hanya cacat prosedur, tapi bentuk pemaksaan. Ini bukan solusi pengelolaan sampah, melainkan penciptaan masalah baru di tengah pemukiman,” tambahnya.

Masih kata Raden aktifis yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap tak berpikir sehat dalam birokrasi.

“Sampahnya mungkin organik dan non-organik, tapi kebijakannya sudah busuk sejak direncanakan. SPA Sobo adalah monumen kegagalan berpikir, di mana warga dijadikan korban atas nama proyek.” kritik kerasnya.

Paguyuban warga dan pihak pengembang lingkungan secara tegas menyatakan menolak pembangunan SPA Sobo dan mendesak pemerintah daerah untuk meninjau ulang lokasi proyek. Mereka menilai pembangunan fasilitas persampahan harus mengedepankan keselamatan, kesehatan, dan hak warga atas lingkungan yang layak.

Penolakan ini menjadi peringatan keras agar pemerintah daerah tidak memaksakan kebijakan yang bertentangan dengan akal sehat dan kepentingan masyarakat, serta segera mencari lokasi alternatif yang sesuai dengan standar lingkungan.

(REDAKSI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Keluarga H. Hamim Thohari Gelar Pengajian dan Doa Bersama, Undang 50 Anak Yatim

Banyuwangi —Times merah putih.com//12 September 2026, Keluarga Bapak H. Hamim Thohari menggelar acara pengajian, tahlil, dan doa bersama dengan mengundang ...

Yusuf Kurniawan Yang Di Sapa Iwan Ketua LSM Harimau DPC Banyuwangi Bersama Jajaran Pengurus Dan Anggotanya Meninjau Lokasi Bersama Perhutani, Membuka Akses Jalan Umum Buat Warga Dusun Wangkal Kalipuro

BANYUWANGI. — Persoalan akses jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah Kalipuro mendapat perhatian dari LSM Harimau DPC Banyuwangi. Lembaga ...

Dandim 0825/Banyuwangi Didampingi Ibu Tekankan Disiplin dan Kehormatan Prajurit Saat Kunjungi Koramil Cluring

Banyuwangi -Times Merah putih.com//Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., bersama Ketua Persit KCK Cabang XXXIX Ny ...

Navy Golf Tournament HUT ke-81 TNI AL: Ketika Sportivitas Menjadi Gerakan Kemanusiaan

SURABAYA —  Sekitar 140 peserta Navy Golf Tournament dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut (TNI ...

Jaga Kebersihan Pelabuhan, Polsek Gilimanuk Bersama Lintas Instansi Gelar Aksi Bersih-Bersih

JEMBRANA – Times Merah putih.com//Menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan pelabuhan menjadi tanggung jawab bersama. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih ...

MAKI Jatim Gagas Panggung Besar Ekonomi Kreatif di Banyuwangi, 80 Booth Dorong UMKM Naik Kelas Menuju Pasar Global

SIDOARJO — Banyuwangi kembali diproyeksikan menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan ekonomi kreatif Jawa Timur. Kali ini, panggung tersebut ...
error: Content is protected !!