Surabaya, 3 Februari 2026 -Times Merah Putih.com//Hanya dalam waktu sehari pasca insiden kapal Pacific 88 yang terjadi pada Senin (2/2) dini hari, Dermaga Jamrud Selatan di Pelabuhan Tanjung Perak telah resmi beroperasi kembali dengan kondisi normal, aman, dan kondusif. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 memastikan bahwa seluruh kegiatan kepelabuhanan yang dikelola oleh PT Pelindo Multi Terminal saat ini berjalan lancar tanpa hambatan yang signifikan.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB ketika kapal Pacific 88 mengalami kemiringan drastis ke arah darat selama proses bongkar muat peti kemas. Kondisi mendadak tersebut mengakibatkan beberapa unit peti kemas terjatuh ke perairan dan menimbulkan korban jiwa. Seorang tenaga kerja bongkar muat (TKBM), Kas Bi (68 tahun), yang terjebak dalam kejadian tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 15.00 WIB pada hari yang sama, di lokasi sekitar 1 mil dari titik terjadinya insiden.
Setelah proses evakuasi korban yang dilakukan secara sinergis bersama Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) selesai, PT Pelindo Regional 3 segera melakukan koordinasi intensif dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Perak. Kedua institusi tersebut bersama-sama menyusun skema operasional baru serta pengaturan penjadwalan sandar kapal untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jasa kepelabuhanan tetap optimal.
Branch Manager Terminal Jamrud Nilam Mirah, Muh Junaedhy, menjelaskan bahwa upaya pemulihan operasional yang dilakukan meliputi evakuasi seluruh peti kemas yang jatuh ke laut serta pembersihan menyeluruh area permukaan dermaga dan sekitarnya. “Selain itu, kami juga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap infrastruktur dermaga dan peralatan operasional untuk menjaga standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat di wilayah pelabuhan,” ujarnya.
Untuk memastikan keamanan penuh bagi alur pelayaran kapal lainnya, pihak Pelindo juga mengerahkan peralatan scan sonar guna melakukan pemindaian menyeluruh di dasar perairan sekitar dermaga. Tujuan pemindaian ini adalah untuk memastikan tidak ada sisa objek atau peti kemas yang tertinggal dan berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran. “Saat ini operasional di Dermaga Jamrud Selatan sudah berjalan lancar dan kondusif. Tim kami terus melakukan pemantauan berkala secara intensif untuk menjaga kondisi tetap terkendali dan aman,” tambah Muh Junaedhy.
Pelaksana Harian KSOP Tanjung Perak, Arizal Hendriawan, menegaskan bahwa seluruh tahapan penanganan pasca insiden dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan standar yang berlaku. Mulai dari langkah awal pengamanan area kejadian, evakuasi objek yang jatuh di perairan, hingga proses normalisasi alur pelayaran dilakukan dengan kerja sama yang erat antara berbagai pihak terkait, termasuk unsur kepolisian dan penyelamat.
Dalam kesempatan yang sama, PT Pelindo Regional 3 menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban Kas Bi. Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dan kepedulian kemanusiaan, pihaknya telah memberikan bantuan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan serta berkomitmen untuk memastikan pemenuhan hak-hak korban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Sampai saat ini, penyebab utama terjadinya kemiringan pada kapal Pacific 88 masih dalam proses investigasi menyeluruh oleh pihak berwenang bersama beberapa instansi terkait, antara lain KSOP Tanjung Perak, Ditpolairud, dan otoritas pelayaran. Hasil investigasi yang akan keluar diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan sistem keselamatan operasional di seluruh wilayah pelabuhan serta mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.
Reporter ( NURSALIM )














