Atasi Overcrowded, Menteri Imipas Agus Andrianto Ubah Standar Assessment WBP

Jakarta -Times Merah putih.com//Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) berencana menurunkan standar skor risiko dalam proses assessment warga binaan pemasyarakatan (WBP). Langkah strategis ini diambil guna memperluas akses narapidana terhadap program pembinaan kemandirian sekaligus menekan angka kepadatan berlebih (overcrowded) di lembaga pemasyarakatan (lapas).

Menteri Imipas, Jenderal Pol. (Purn) Drs. Agus Andrianto S.H., M.H., mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari hasil survei Kementerian PPN/Bappenas terkait krisis kapasitas di lapas dan rutan. Berdasarkan temuan tim survei, parameter risiko yang terlalu tinggi selama ini menjadi penghambat narapidana untuk mengikuti program di lapas terbuka.

“Tim dari Bappenas menyampaikan ada standar assessment yang kemungkinan terlalu tinggi, sehingga sulit bagi warga binaan untuk mendapatkan kesempatan pembinaan latihan kerja di balai atau lapas terbuka,” ujar Menteri Agus saat meninjau Lapas Terbuka Kelas II Ciangir, Tangerang, Selasa (24/2/2026).

Menteri Agus Andrianto optimistis penurunan standar parameter risiko ini akan membantu mengurai penumpukan penghuni lapas secara bertahap. Apalagi, Kementerian Imipas kini tengah menggencarkan berbagai program pembinaan berbasis latihan kerja yang menyasar narapidana dengan kategori risiko medium dan rendah.

“Pak Dirjen secara langsung merespons akan menurunkan standar assessment agar lebih banyak warga binaan yang bisa bergabung di Balai Pemasyarakatan (Bapas) untuk persiapan kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Sebagai contoh, Lapas Terbuka Ciangir memiliki lahan seluas 27 hektare yang diperuntukkan bagi pembinaan asimilasi, namun saat ini baru dihuni oleh 19 narapidana. Dengan penyesuaian skor risiko, diharapkan lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk program ketahanan pangan, seperti pertanian dan peternakan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Irjen Pol. Drs. Mashudi S.H., M.Hum., menambahkan bahwa pihaknya menargetkan sekitar 200 narapidana untuk mengelola lahan di Lapas Ciangir secara optimal.

“Nanti standar penilaiannya diturunkan, sehingga narapidana yang menurut hasil assessment aman berkegiatan di luar akan kita geser ke sini (Lapas Terbuka). Ini juga untuk mengurangi beban lapas-lapas yang sudah overcrowded di wilayah Banten dan sekitarnya,” pungkas Mashudi.

Reporter ( NURSALIM )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

PW FRN DPC Banyuwangi Kecam Keras Dugaan Intimidasi Wartawan, Minta Pelaku Diproses dan Proyek Swakelola Dievaluasi

BANYUWANGI – Times Merah putih.com//Pengurus Wilayah Fast Respon Nusantara (PW FRN) DPC Banyuwangi mengecam keras dugaan intimidasi terhadap wartawan saat ...

DPPKP BANGKALAN GELAR PELATIHAN ROTAVATOR DI BURNEH, LIBATKAN PPL DAN KELOMPOK TANI

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan teknis petani serta operator, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan ...

KONDISI EKONOMI SULIT, FORUM PEMUDA BANGKALAN DESAK PEJABAT HADIRKAN PROGRAM NYATA

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Kondisi perekonomian warga Bangkalan yang masih terpuruk menjadi sorotan Forum Pemuda Bangkalan. Organisasi kepemudaan ini mendesak ...

PEMKAB BANGKALAN KEBUT BANGUN SEKOLAH RAKYAT DI GEGER, TARGET DIGUNAKAN 2027

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com– Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus mempercepat realisasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Kaktol Barat, Kecamatan ...

BUPATI BANGKALAN APRESIASI DUKUNGAN PEMERINTAH PUSAT, DORONG PRODUKTIVITAS PERTANIAN TEMBUS 10 TON/HA

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Bupati Bangkalan *Lukman Hakim, S.IP., M.H. menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian RI ...

Sinergi Cegah Stunting, Dinas Kesehatan Bangkalan Gandeng 22 Puskesmas Lewat Kampanye Video 

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan menggelar Lomba Inovasi Video Akselerasi Capaian Imunisasi dan Kampanye GERMAS Pencegahan Stunting ...
error: Content is protected !!