Seribu Ta’jil, Seribu Harapan: Aksi MAKI Jatim Menghidupkan Kepedulian di Penghujung Ramadan

Sidoarjo, 16 Maret 2026 — Ramadan tidak pernah sekadar datang sebagai pergantian bulan dalam kalender Hijriah. Ia hadir membawa pesan yang lebih dalam, mengetuk kesadaran manusia untuk kembali memahami hakikat kehidupan.

Di bulan yang penuh berkah ini, manusia diajak berhenti sejenak dari kesibukan mengejar dunia. Ramadan mengingatkan bahwa hidup bukan semata tentang apa yang dimiliki, melainkan tentang seberapa besar seseorang mampu memberi arti bagi orang lain.

Puasa mengajarkan kesederhanaan yang sering terlupakan. Ketika lapar dan dahaga ditahan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, manusia belajar merasakan apa yang mungkin setiap hari dialami oleh mereka yang hidup dalam keterbatasan.

Dari sanalah empati lahir. Dari sanalah kepedulian tumbuh.

Nilai-nilai kemanusiaan itulah yang coba dihidupkan kembali oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur melalui aksi sosial berbagi ta’jil di penghujung Ramadan.
Pada hari ke-26 Ramadan 1447 Hijriah, suasana sore di kawasan Jalan By Pass Juanda, Sidoarjo, tepatnya di depan Klinik Sheila Medika, menjadi saksi hadirnya sebuah gerakan kecil yang sarat makna.

Di tengah deru kendaraan yang silih berganti melintas dan kepadatan lalu lintas menjelang waktu berbuka puasa, para relawan MAKI berdiri di tepi jalan dengan wajah penuh kehangatan.

Dengan senyum tulus, mereka menyapa para pengendara yang melintas mulai dari pengemudi ojek online, pekerja harian, hingga masyarakat yang sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah.

Satu per satu paket ta’jil diserahkan dengan penuh keikhlasan.

Sebanyak 1.000 paket ta’jil dibagikan kepada masyarakat. Isi paket yang diberikan memang sederhana, namun sarat dengan pesan kebersamaan dan kepedulian:

– 250 paket nasi kuning lengkap dengan tempe mihun dan irisan telur dadar
– 250 paket kurma
– 250 botol es melon sirup dengan irisan blewah segar
– 250 paket gorengan berupa lumpia dan tahu bakso (Mbak Pipin).

Bagi sebagian orang, paket tersebut mungkin hanya sekadar hidangan pembuka puasa.

Namun bagi mereka yang memahami makna berbagi, setiap paket yang diberikan adalah simbol kepedulian. Ia menjadi tanda bahwa di tengah kerasnya kehidupan kota, masih ada hati yang memilih untuk peduli terhadap sesama.

Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi ta’jil ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Menurutnya, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan melalui kata-kata. Syukur sejati harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi orang lain.

“Ketika kita memiliki kemampuan untuk berbagi, di situlah kesempatan untuk menunjukkan rasa syukur itu hadir. Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya.

Bagi MAKI, kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial biasa. Organisasi yang selama ini dikenal aktif dalam gerakan melawan korupsi itu meyakini bahwa perubahan sosial tidak hanya lahir dari penegakan hukum semata.

Perubahan sejati juga tumbuh dari kesadaran moral masyarakat.

Nilai kejujuran, integritas, dan kepedulian harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari. Dari nilai-nilai itulah akan lahir masyarakat yang lebih adil, jujur, dan bermartabat.

Menjelang waktu berbuka puasa, langit senja perlahan berubah warna. Semburat jingga menghiasi cakrawala di atas Kota Sidoarjo, menghadirkan suasana damai di tengah kesibukan kota.

Para relawan masih terus membagikan ta’jil kepada pengendara yang melintas.

Senyum kecil terlihat di wajah para penerima.

Tidak ada panggung megah. Tidak ada perayaan besar.

Namun ada kebahagiaan yang tulus.
Karena sering kali, kebahagiaan yang paling jujur justru lahir dari perhatian kecil yang diberikan dengan hati yang ikhlas.

Ta’jil yang dibagikan di persimpangan jalan itu seakan menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat. Bahwa di balik kerasnya dinamika kota, selalu ada ruang bagi kasih sayang, kepedulian, dan kebersamaan.

Ramadan pada akhirnya bukan hanya tentang ibadah pribadi antara manusia dan Tuhannya. Ramadan juga tentang bagaimana manusia memperbaiki hubungannya dengan sesama.

Sebab kemuliaan seseorang tidak diukur dari apa yang dimilikinya, melainkan dari seberapa besar ia mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Dan di tengah lalu lintas yang terus bergerak di Kota Sidoarjo sore itu, sebuah pelajaran sederhana kembali terasa nyata:

bahwa kebaikan, sekecil apa pun, selalu memiliki kekuatan untuk menghadirkan harapan.

Karena ketika manusia saling peduli, di situlah nilai kemanusiaan menemukan maknanya yang paling sejati. (Wwn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Sambut HUT RI Ke-81, PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan Beri Diskon 45 Persen Pemasangan Sambungan Baru

BANGKALAN – PUDAM Sumber Sejahtera Kabupaten Bangkalan menghadirkan program Gebyar Diskon HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81 sebagai bentuk apresiasi kepada ...

AHY: Kerapan Sapi Cerminkan 3 Karakter Masyarakat Madura, Kerja Keras, Berani, dan Kehormatan

BANGKALAN || timesmerahputih.com— Ajang Kerapan Sapi Piala AHY sukses digelar di Stadion R.P. Moch. Noer, Kabupaten Bangkalan, Madura, Minggu, 2 ...

MERIAH! AJANG KERAPAN SAPI PIALA AHY SUKSES GELAR 64 PASANG SAPI TERBAIK SE-MADURA

BANGKALAN || Times Merah Putih.Com-Semarak budaya Madura kembali menggema. Ajang Kerapan Sapi Piala AHY sukses digelar di Stadion Kerapan Sapi ...

RAYAKAN ULANG TAHUN KE-75, SMPK SANTO YUSUP BANYUWANGI MENAMPILKAN PENTAS SENI KOLOSAL YANG MENGANDUNG NILAI PANCASILA DAN BUDAYA DAERAH DI BUMI BLAMBANGAN

Banyuwangi – Media Indonesia Times | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75, SMPK Santo Yusup Banyuwangi menggelar pentas ...

TNI AL dan Pemkab Banyuwangi Kelola 1.200 Hektare Lahan untuk Dukung Produksi Kedelai Nasional

BANYUWANGI - Times Merah putih.com//TNI AL bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menggenjot produksi kedelai untuk mendukung upaya pemerintah pusat dalam ...

*Beraksi di Dini Hari, Operasi Senyap Komplotan ABH Pembobol Ruko dan Sekolah Digulung Tim Macan Blambangan*

Banyuwangi — Times Merah putih.com//Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi melalui Unit Reaksi Cepat (URC) Macan Blambangan berhasil membongkar dan ...
error: Content is protected !!