Harga Manggis Banyuwangi Tak Stabil, Pedagang Lokal Terancam Rugi Akibat Maraknya Pedagang Liar

Banyuwangi – Times Merah putih.com//Musim panen manggis yang biasanya menjadi berkah bagi petani dan pedagang di Banyuwangi, tahun ini justru diwarnai keresahan. Sejumlah pedagang lokal mengeluhkan ketidakstabilan harga manggis yang dinilai merugikan, terutama akibat tingginya harga di tingkat petani namun rendah di pasar ekspor.

Kondisi ini menjadi sorotan serius di beberapa wilayah sentra manggis seperti Desa Pesucen, Kecamatan Kalipuro, Kecamatan Songgon, serta Desa Pakel. Para pedagang menyebut, lonjakan harga di tingkat petani tidak terjadi secara alami, melainkan dipicu oleh masuknya pedagang luar daerah atau yang disebut sebagai “pedagang liar”.

Pedagang liar tersebut disebut berani membeli manggis dengan harga tinggi langsung dari petani, tanpa memperhitungkan standar harga pasar ekspor. Akibatnya, harga di tingkat petani melonjak tajam, sementara pedagang lokal yang telah memiliki kontrak atau modal tanam sebelumnya justru kesulitan mengikuti harga tersebut.

“Situasi ini sangat merugikan kami. Di satu sisi harga di petani tinggi, tapi di pasar ekspor tidak ikut naik. Kami terjepit di tengah,” ungkap salah satu pedagang lokal Banyuwangi, AN Pupung.

Menurutnya, praktik seperti ini tidak hanya mengganggu stabilitas harga, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik di lapangan. Pedagang lokal yang telah lebih dulu menjalin kerja sama dengan petani merasa dirugikan karena hasil panen dialihkan kepada pembeli lain yang menawarkan harga lebih tinggi secara instan.

“Seharusnya hal seperti ini tidak boleh terjadi. Kalau dibiarkan, bisa memicu konflik antara petani dan pedagang lokal. Bahkan bukan tidak mungkin terjadi gesekan fisik yang tidak diinginkan,” tegas Pupung.

Lebih lanjut, para pedagang mengaku telah mengeluarkan modal besar untuk mendukung petani sejak masa tanam, baik dalam bentuk uang muka maupun bantuan operasional. Namun, dengan kondisi saat ini, banyak di antara mereka terancam tidak mendapatkan hasil sesuai kesepakatan awal.

Kekhawatiran pun semakin meningkat, mengingat kondisi ini dapat berdampak pada keberlangsungan usaha perdagangan manggis di Banyuwangi ke depan. Jika kerugian terus terjadi, tidak menutup kemungkinan pedagang lokal akan mengurangi atau bahkan menghentikan investasi mereka di sektor ini.

Para pedagang berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menertibkan praktik perdagangan yang dinilai tidak sehat tersebut. Regulasi yang jelas serta pengawasan ketat di lapangan dinilai penting guna menjaga stabilitas harga dan melindungi semua pihak, baik petani maupun pedagang lokal.

Musim manggis yang seharusnya menjadi momentum peningkatan ekonomi masyarakat, kini justru berubah menjadi sumber kegelisahan. Tanpa penanganan serius, persoalan ini dikhawatirkan akan terus berulang dan merusak ekosistem perdagangan hasil pertanian di Banyuwangi.

Reporter ( NURSALIM )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

BUPATI BANGKALAN APRESIASI DUKUNGAN PEMERINTAH PUSAT, DORONG PRODUKTIVITAS PERTANIAN TEMBUS 10 TON/HA

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Bupati Bangkalan *Lukman Hakim, S.IP., M.H. menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian RI ...

Sinergi Cegah Stunting, Dinas Kesehatan Bangkalan Gandeng 22 Puskesmas Lewat Kampanye Video 

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan menggelar Lomba Inovasi Video Akselerasi Capaian Imunisasi dan Kampanye GERMAS Pencegahan Stunting ...

BNNK Banyuwangi dan Lanal Banyuwangi Perkuat Sinergi P4GN melalui Audiensi

foto: Kepala BNNK Banyuwangi, Kombes Pol. Rachmat, S.H., S.I.K., M.M. (kanan), menerima cendera mata dari Komandan Lanal Banyuwangi, Letkol Laut ...

BERSATU CEGAH NARKOBA, POLRES BANGKALAN GANDENG DITBINMAS POLDA JATIM DAN BNN JATIM GELAR EDUKASI PELAJAR

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com- Dalam upaya melindungi generasi muda dari bahaya narkoba, Polres Bangkalan menggandeng Ditbinmas Polda Jatim dan ...

POLRES BANGKALAN DALAMI PENYEBAB KEMATIAN PELAJAR DI KECAMATAN BLEGA

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Polres Bangkalan saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait penemuan seorang pelajar yang meninggal dunia di wilayah ...

SATPOLAIRUD DAN LANAL BATUPORON EVAKUASI MAYAT PRIA 58 TAHUN DI PESISIR SELATAN BANGKALAN

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Satpolairud Polres Bangkalan bersama Lanal Batuporon bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait ditemukannya sesosok mayat di ...
error: Content is protected !!