Rusak Parah di Tengah Kucuran Dana, SDN Pacentan 2 Diduga Gagal Kelola BOS

BANGKALAN — Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN Pacentan 2, Kecamatan Tanah Merah, menuai sorotan tajam. Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) menilai realisasi anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana tidak sebanding dengan kondisi fisik sekolah yang memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan lapangan pada sabtu, 25 April 2026, sejumlah fasilitas sekolah terlihat jauh dari kata layak. Kerusakan mencolok tampak pada bagian atap ruang kelas yang berlubang dan bocor. Kondisi ini berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar, terutama saat hujan turun.

Tak hanya itu, dinding ruang kelas di sisi barat terlihat mengelupas, sementara beberapa pintu sekolah dalam kondisi rusak hingga berlubang. Fakta ini menimbulkan pertanyaan serius terkait efektivitas penggunaan anggaran pemeliharaan yang disebut mencapai juta rupiah.

Di area selasar, kayu penyangga atap juga tampak rapuh dan memicu kekhawatiran akan keselamatan siswa dan tenaga pendidik yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah tersebut.

Situasi ini dinilai semakin berisiko mengingat Kabupaten Bangkalan tengah memasuki musim pancaroba, yang identik dengan angin kencang dan hujan deras. Potensi kecelakaan akibat infrastruktur yang tidak layak pun meningkat.

Ketua FKPB, Taufik, mempertanyakan transparansi penggunaan dana BOS tersebut. Ia menegaskan bahwa anggaran pemeliharaan seharusnya mampu memperbaiki kondisi sekolah secara signifikan.

“Kalau dana pemeliharaan benar digunakan, tidak mungkin masih ada pintu bolong, atap bocor, dan tembok mengelupas seperti ini. Ini uang negara, bukan uang pribadi,” tegas Taufik, Rabu (26/4/2026).

FKPB menyatakan tidak akan berhenti pada kritik. FKPB berencana membawa persoalan ini ke ranah pengawasan resmi guna memastikan ada kejelasan dan akuntabilitas penggunaan anggaran yang bersumber dari APBN.

Sebagai langkah lanjutan, FKPB akan mendesak Inspektorat Kabupaten Bangkalan serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Timur untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap serapan Dana BOS tahun anggaran 2025 di SDN Pacentan 2, Kecamatan Tanah Merah.

Diwaktu terpisah, Rosi, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (26/4/2026), PLT Kepala Sekolah menyatakan dirinya tidak mengetahui secara rinci terkait serapan anggaran tersebut. Ia berdalih baru menjabat sebagai PLT sejak Januari 2026, sehingga tidak terlibat dalam pengelolaan Dana BOS pada tahun sebelumnya.

“Saya tidak mengetahui terkait serapan Dana BOS tahun 2025, karena saya baru menjabat sebagai PLT mulai Januari 2026,” ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan tajam berbagai pihak, termasuk Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Bukan Sekadar Festival, Heru Satriyo Sebut The Biggest Culture of Jatim with UKM/UMKM Ekraf Festa 2026 Sebagai Manifestasi Kolaborasi Budaya dan Ekonomi Kreatif

BANYUWANGI – Perhelatan The Biggest Culture of Jatim with UKM/UMKM Ekraf Festa 2026 semakin menunjukkan daya tariknya sebagai ruang kolaborasi ...

Kapolri Perkuat Sinergi dengan Kemendes, Dorong Desa Bersih Narkoba dan Pemberdayaan Masyarakat

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Dr. Sujudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.H., memperkuat sinergi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah ...

Kapolda Kalteng Bersama Bhayangkari Tanam 1000 Pohon Belangiran, Wujudkan Green Policing Lahan Bekas Karhutla Tumbang Nusa

Pulang Pisau - Wujudkan kepedulian terhadap lingkungan dan pulihkan lahan bekas terbakar, Polda Kalimantan Tengah terus menggaungkan Green Policing dengan ...

Melalui Jumat Keliling, Wakapolda Kalteng Sampaikan Imbauan Kamtibmas dan Maraknya Berita Hoaks

Palangka Raya - Wakapolda Kalimantan Tengah Brigjen Pol Dr. Hendra Wirawan, S.H., S.I.K., M.H., menjadi Khatib Salat Jumat di Masjid ...

Green Policing Program Prioritas Kapolri yang Dicanangkan di Polda Kalteng, Fokus Reboisasi Lahan Bekas Terbakar

Palangka Raya - Polda Kalimantan Tengah secara masif terus mencanangkan Green Policing sebagai implementasi Program Prioritas Kapolri di wilayah Kalimantan ...

AMAS dan MADAS-APN Gagas Dewan Migas Rakyat Madura, Dukung Prabowo Dua Periode hingga Perangi Parkir Liar dan Rokok Ilegal

JAKARTA-ALIANSI MADURA ASLI (AMAS) Dan Majelis Madura Asli-Aliansi Pemuda Nasional (MADAS-APN) Gagas Komite Peduli Migas Madura. Hal ini disampaikan oleh ...
error: Content is protected !!