KDMP Dibangun, Rakyat Digusur: Lima Keluarga Jadi Korban Janji Kosong di Pasar Sentir

Surabaya – MAKI Jatim bersiap layangkan gugatan resmi untuk menyeret Kades Tembokrejo dan Camat Gumukmas untuk pidana perbuatan melawan hukum (PMH) atas tidak jelasnya nasib keluarga korban penggusuran

Desa Tembokrejo Kecamatan Gunukmas Kabupaten Jember merupakan desa yang mendapatkan. Kesempatan hibah pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang merupakan Program prioritas Nasional.

Sesuai keputusan internal jajaran Pemerintah Desa Tembokrejo yang diwakili Kepala Desa serta BPD setempat, lokasi pembangunan KDMP tersebut diputuskan berada dalam Pasar Sentir yang memang sudah lama menjadi pasar tradisional dari warga desa sekitar.

Urat nadi perdagangan pasar sentir akhirnya harus dinyatakan almarhum ketika keputusan lokasi pembangunan KDMP tersebut resmi berada pada lokasi Pasar Sentir TembokRejo Gunukmas Jember.

Pelaksanaan Keputusan lokasi tersebut akhirnya menelan korban 5 keluarga yang bertempat tinggal di ruko pada pasar Sentir tersebut menjadi korban penggusuran tanpa ada kejelasan nasib.

Dalam notulensi musyarawarah desa ke 2 pada Desa TembokRejo Gumukmas yang dihadiri oleh jajaran Muspides setempat serta para korban didampingi Laskar Jahanam,tegas sekali tertulis bahwa Kepala Desa Tembokrejo bersedia untuk membantu ke 5 keluarga korban penggusuran tersebut secara pribadi.

Nasib ke 5 keluarga korban penggusuran tersebut bahkan sudah pernah dibawa dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi A DPRD Jember dengan hasil keputusan bahwa Komisi A DPRD Jember siap melakukan mediasi ke 5 keluarga korban penggusuran dengan pihak Kepala Desa Tembokrejo.

Berdasarkan aduan laporan tertulis berkenaan dengan permasalahan tersebut, akhirnya laporan tersebut sampai juga ke sekretariat MAKI dengan sukses dan lancar.

Heru MAKI, Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Koorwil Provinsi Jawa Timur langsung merespon cepat aduan laporan tersebut dan bersiap memberikan surat tugas pembentukan tim hukum untuk mengawal kejelasan nasib ke 5 keluarga korban penggusuran pasar Sentir yang rencana akan dilaksanakan pembangunan KDMP.

Selaras dengan berita diatas, MAKI Jatim sebenarnya sudah menemukan dugaan perilaku korupsi pada beberapa titik pembangunan KDMP pada beberapa lokasi lainnya.

Dugaan perilaku koruptif tersebut ada pada anggaran pembangunan KDMP dari Pusat itu turunnya rata rata di angka 1,5-1,7 Milyard,tetapi pada kenyataan di lapangan, anggaran KDMP yang diterima pihak pengelola KDMP di desa hanyalah 800 jutaan,” tegas Heru MAKI.

Heru MAKI menegaskan bahwa pembangunan KDMP yang diharapkan akan menjadi penggerak roda perekonomian desa terpadu nantinya tersebut juga harus memenuhi kaidah etika berbasis narasi kearifan lokal yang tidak bisa disulap untuk ditinggalkan begitu saja.

Artikulasi penyampaian yang dimaksud Heru MAKI adalah ketika akhirnya sudah ditentukan lokasi pembangunan KDMP pada suatu tempat, kearifan lokal berbasis etika bermasyarakat harus terpenuhi, salah satunya adalah jangan sampai ada warga masyarakat yang menjadi korban penggusuran terkait rencana pembangunan KDMP tersebut.

Heru MAKI beserta jajaran koordinator serta bidang hukum MAKI Jatim siap mengawal serta memperjuangkan kejelasan nasib 5 keluarga korban penggusuran di wilayah pasar sentir Desa Tembokrejo Gumukmas Jember.

Pendampingan hukum tersebut bisa melalui gugatan pada hukum perdata karena adanya dugaan oneprestasi atau ingkar janji dari Kepala Desa Tembokrejo berkaitan dengan “janji” Kades untuk memberikan kompensasi kepada 5 keluarga korban penggusuran, serta bisa juga melalui gugatan pada Hukum Pidana sesuai KUHAP terbaru.

Saat ini tim Litbang dan investigasi MAKI Jatim sedang melakukan penelusuran pulbaket data, salah satunya melaksanakan wawancara resmi kepada Ibu Sri, salah satu korban penggusuran yang saat ini tengah ditampung sementara di rumah saudaranya.

Tim Litbang dan investigasi MAKI Jatim dengan dibantu jajaran Laskar Jahanam Jember juga tengah mencari keberadaan 4 keluarga korban penggusuran lainnya yang diduga karena tekanan akhirnya ke 4 keluarga tersebut menghilang dan sementara dilakukan pelacakan resmi.

“Saya himbau kepada 4 keluarga korban penggusuran karena pembangunan KDMP untuk bertemu dengan kami secepatnya, dan saya jamin kita akan perjuangkan nasib kalian semuanya,” pungkas Heru MAKI. (Wwn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

MERIAH! AJANG KERAPAN SAPI PIALA AHY SUKSES GELAR 64 PASANG SAPI TERBAIK SE-MADURA

BANGKALAN || Times Merah Putih.Com-Semarak budaya Madura kembali menggema. Ajang Kerapan Sapi Piala AHY sukses digelar di Stadion Kerapan Sapi ...

RAYAKAN ULANG TAHUN KE-75, SMPK SANTO YUSUP BANYUWANGI MENAMPILKAN PENTAS SENI KOLOSAL YANG MENGANDUNG NILAI PANCASILA DAN BUDAYA DAERAH DI BUMI BLAMBANGAN

Banyuwangi – Media Indonesia Times | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75, SMPK Santo Yusup Banyuwangi menggelar pentas ...

TNI AL dan Pemkab Banyuwangi Kelola 1.200 Hektare Lahan untuk Dukung Produksi Kedelai Nasional

BANYUWANGI - Times Merah putih.com//TNI AL bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menggenjot produksi kedelai untuk mendukung upaya pemerintah pusat dalam ...

*Beraksi di Dini Hari, Operasi Senyap Komplotan ABH Pembobol Ruko dan Sekolah Digulung Tim Macan Blambangan*

Banyuwangi — Times Merah putih.com//Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi melalui Unit Reaksi Cepat (URC) Macan Blambangan berhasil membongkar dan ...

Hakim Sa’id Bersama H. Nurmansyah dan KH. Ikhrom Dorong Kolaborasi Bangun Ekonomi Banyuwangi

BANYUWANGI –Times merah putih.com//Detikposnews.com // Semangat membangun daerah melalui penguatan ekonomi masyarakat menjadi pokok pembahasan dalam diskusi wawasan kebangsaan yang ...

KETUA FORUM PEMUDA BANGKALAN SERUKAN PENGIBARAN BENDERA MERAH PUTIH SEPANJANG AGUSTUS 2026

BANGKALAN || TimesMerahPutih.Com-Memasuki bulan kemerdekaan, Ketua Forum Pemuda Bangkalan M. Mukri mengajak seluruh warga Kabupaten Bangkalan untuk mengibarkan Bendera Merah ...
error: Content is protected !!