Kakorlantas Tekan Dominasi ETLE 95 Persen, Polantas Diarahkan Lebih Humanis dan Anti-Transaksional

Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus mendorong transformasi penegakan hukum yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pelayanan. Hal ini ditegaskan Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho dalam kegiatan Pelatihan Operator Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Tahun Anggaran 2026.

Dalam arahannya, Agus menetapkan kebijakan tegas terkait pola penindakan pelanggaran lalu lintas. Ia menargetkan 95 persen penegakan hukum dilakukan melalui sistem ETLE, sementara hanya 5 persen dilakukan secara manual.

“Kebijakan saya, 95 persen penegakan hukum menggunakan ETLE. Sisanya 5 persen tilang manual, itu senjata kita. Tapi saya tidak mau ada praktik transaksional. Kalau ada yang main-main dengan ETLE, saya minta langsung dicopot,” tegasnya.

Pelatihan yang berlangsung pada 27–29 April 2026 di Ole Suites Sentul ini juga dihadiri Dirgakkum Korlantas Polri Faizal. Agenda tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas personel dalam mengoperasikan sistem tilang elektronik yang kini menjadi tulang punggung penegakan hukum lalu lintas.

Lebih jauh, Agus menekankan bahwa transformasi Polantas tidak hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan pendekatan kepada masyarakat. Ia menginginkan citra polisi lalu lintas bergeser dari represif menjadi humanis.

“Dulu indikator keberhasilan adalah jumlah tilang. Sekarang berbeda. Saya tidak bangga banyak menilang, tapi bangga ketika Polantas dekat dan bersahabat dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan berbasis hati dan pelayanan menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam konsep Beyond Trust Presisi.

Agus menjelaskan, transformasi tersebut mencakup empat aspek utama, yakni organisasi, operasional, pelayanan publik, serta pengawasan. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran harus mengedepankan keikhlasan dalam melayani.

“Pesan Kapolri sederhana, layani masyarakat dengan ikhlas. Rangkul masyarakat, bangun komunikasi. Ketika masyarakat merasa dilayani, mereka akan patuh terhadap aturan,” jelasnya.

Melalui pelatihan ini, Korlantas berharap para operator ETLE mampu menjadi ujung tombak perubahan, sekaligus menghadirkan wajah Polantas yang profesional, modern, dan dicintai masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

JOKOWI TERUS MONITOR AGUS FLORES! “DIA HEBAT DI DUNIA SHALAWAT, TAK PERNAH LELAH JAGA MARWAH POLRI”

JAKARTA – Times Merah putih.com//Kiprah Ketua Umum Fast Respon (FRN) Agus Flores (AF) dalam membangun kedekatan antara masyarakat dan institusi ...

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Digelar di Markas Ansor Koranseng Dusun Kopan Laban Desa Macan Putih kecamatan kabat 

Banyuwangi, 13 September 2026 —Times merah putih.com//Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar di Markas Ansor Koranseng, Dusun Kopen Laban, Desa ...

Ranting Fatayat NU Desa Dadapan Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Jamaah Antusias Hadiri Pengajian

Banyuwangi —Times merah putih.com// 13 September 2026, Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pimpinan Ranting Fatayat NU Desa Dadapan, ...

Penyegaran Organisasi, Sejumlah Pejabat Polresta Banyuwangi Berganti Posisi

BANYUWANGI –Times Merah putih.com//Dinamika organisasi kembali berlangsung di lingkungan Polresta Banyuwangi. Sejumlah jabatan strategis mengalami pergantian sebagai bagian dari penyegaran ...

Kadin Jatim Golf Tournament 2026: Sinergi Pelaku Ekonomi dan Pembuktian Pegolf Terbaik

SURABAYA, 13 September 2026 – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur kembali menggelar "Kadin Jatim Golf Tournament 2026" di ...

4 SISWA SMPN 1 BANGKALAN LOLOS OMI 2026 TINGKAT PROVINSI, KEPSEK: BUKTI KERJA KERAS DAN DUKUNGAN SEMUA PIHAK

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh UPTD SMP Negeri 1 Bangkalan. Sebanyak empat siswa berhasil lolos ke tahap ...
error: Content is protected !!