Proyek Irigasi Subak Tampuagan Disorot DPRD Bangli: Diduga Asal Jadi, Tak Berdampak ke Petani

Bangli – Times Merah putih.com//Proyek perbaikan jaringan irigasi di Subak Tampuagan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli menuai kritik keras. Pekerjaan yang dibiayai anggaran negara itu dinilai tidak memberikan manfaat nyata bagi petani, bahkan terkesan dikerjakan tanpa perencanaan matang.

Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, saat melakukan inspeksi langsung ke lokasi pada Sabtu (9/5/2026), menemukan sejumlah kejanggalan serius. Ia menilai pengerjaan proyek dilakukan secara tidak utuh dan mengabaikan titik-titik krusial yang justru sangat membutuhkan perbaikan.

“Pembangunan irigasi itu harus sistematis, dimulai dari hulu hingga hilir. Kalau dikerjakan sepotong-sepotong seperti ini, hasilnya tidak akan pernah optimal. Ini jelas tidak efektif,” tegasnya.

Selain metode pengerjaan yang dinilai keliru, Suastika juga menyoroti kualitas konstruksi yang dianggap jauh dari standar. Beberapa bagian saluran terlihat rapuh, sementara pembangunan senderan beton justru dilakukan pada area yang minim manfaat karena hanya mengairi lahan terbatas.

Ia juga menegaskan bahwa kendala jarak dan distribusi material tidak boleh dijadikan alasan. Menurutnya, seluruh aspek teknis termasuk logistik seharusnya sudah diperhitungkan sejak tahap perencanaan anggaran.

“Kami tidak ingin proyek seperti ini hanya menghabiskan anggaran tanpa hasil. Pengawasan harus diperketat agar benar-benar memberi manfaat bagi petani,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Kelihan Subak Tampuagan, Sirka. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah titik vital seperti terowongan yang rusak justru tidak tersentuh perbaikan. Akibatnya, hingga kini air belum dapat dialirkan ke lahan pertanian karena proyek belum rampung.

Ironisnya, beredar informasi bahwa para pekerja sempat meninggalkan lokasi karena persoalan upah yang tidak sesuai. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya persoalan serius dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Saat dikonfirmasi, mandor di lapangan hanya menyebut nama “APS” sebagai pihak rekanan, tanpa mampu menunjukkan dokumen resmi atau menjelaskan identitas perusahaan secara rinci. Ia bahkan menyebut pekerjaan tersebut sebagai pemeliharaan, meskipun proyek ini tercatat sebagai pekerjaan tahun anggaran 2025 yang hingga kini belum tuntas.

Dengan nilai anggaran mencapai miliaran rupiah yang bersumber dari APBN, proyek irigasi di Bangli kini menjadi sorotan tajam. Indikasi ketidaksesuaian pekerjaan dengan perencanaan memunculkan dugaan bahwa proyek ini bermasalah secara menyeluruh.

DPRD Bangli pun mendesak pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi total dan investigasi mendalam agar penggunaan anggaran negara tidak sia-sia serta benar-benar berpihak pada kepentingan petani.

Reporter NURSALIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

BUPATI BANGKALAN APRESIASI DUKUNGAN PEMERINTAH PUSAT, DORONG PRODUKTIVITAS PERTANIAN TEMBUS 10 TON/HA

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Bupati Bangkalan *Lukman Hakim, S.IP., M.H. menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian RI ...

Sinergi Cegah Stunting, Dinas Kesehatan Bangkalan Gandeng 22 Puskesmas Lewat Kampanye Video 

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan menggelar Lomba Inovasi Video Akselerasi Capaian Imunisasi dan Kampanye GERMAS Pencegahan Stunting ...

BNNK Banyuwangi dan Lanal Banyuwangi Perkuat Sinergi P4GN melalui Audiensi

foto: Kepala BNNK Banyuwangi, Kombes Pol. Rachmat, S.H., S.I.K., M.M. (kanan), menerima cendera mata dari Komandan Lanal Banyuwangi, Letkol Laut ...

BERSATU CEGAH NARKOBA, POLRES BANGKALAN GANDENG DITBINMAS POLDA JATIM DAN BNN JATIM GELAR EDUKASI PELAJAR

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com- Dalam upaya melindungi generasi muda dari bahaya narkoba, Polres Bangkalan menggandeng Ditbinmas Polda Jatim dan ...

POLRES BANGKALAN DALAMI PENYEBAB KEMATIAN PELAJAR DI KECAMATAN BLEGA

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Polres Bangkalan saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait penemuan seorang pelajar yang meninggal dunia di wilayah ...

SATPOLAIRUD DAN LANAL BATUPORON EVAKUASI MAYAT PRIA 58 TAHUN DI PESISIR SELATAN BANGKALAN

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Satpolairud Polres Bangkalan bersama Lanal Batuporon bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait ditemukannya sesosok mayat di ...
error: Content is protected !!