BANYUWANGI — Sejumlah awak media mengaku mengalami kesulitan saat hendak melakukan konfirmasi di lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Dusun Mangunreja, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (14/5/2026).
Kedatangan wartawan ke lokasi proyek tersebut bertujuan untuk melakukan peliputan dan meminta keterangan terkait progres pembangunan Sekolah Rakyat yang tengah dikerjakan.
Namun saat tiba di pintu masuk proyek, sejumlah wartawan mengaku diminta berhenti oleh petugas keamanan (security) yang berjaga di area tersebut. Awak media disebut diminta terlebih dahulu memperoleh izin atau memiliki janji dengan pihak manajer proyek sebelum diperbolehkan masuk.
“Security menanyakan apakah sudah ada janji dengan manajer proyek. Kami juga diminta tidak masuk ke area proyek,” ujar salah satu awak media di lokasi.
Selain membatasi akses masuk, petugas keamanan juga meminta wartawan agar tidak melakukan pengambilan gambar maupun wawancara sebelum mendapatkan persetujuan dari pihak manajemen proyek.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan awak media terkait keterbukaan informasi dalam pelaksanaan proyek pemerintah. Meski demikian, belum diketahui secara pasti apakah pembatasan akses tersebut berkaitan dengan standar keamanan proyek atau kebijakan internal dari pihak pelaksana pekerjaan.
Awak media mengaku telah berupaya meminta penjelasan kepada pihak manajemen proyek terkait alasan pembatasan akses tersebut. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi yang diberikan.
Para wartawan berharap pihak pelaksana proyek dapat lebih terbuka terhadap proses konfirmasi dan peliputan di lapangan, sehingga informasi terkait pembangunan dapat tersampaikan secara transparan kepada masyarakat.











