Surabaya – Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 dimaknai dengan cara yang penuh kepedulian dan nilai kemanusiaan oleh Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat atau PPAD melalui kegiatan donor darah yang digelar di Jalan Brawijaya No. 38-B Surabaya, Selasa (19/5/2026). Kegiatan sosial ini tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga menjadi simbol nyata bagaimana semangat perjuangan dan persatuan bangsa terus diwariskan melalui tindakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.
Sekitar 110 peserta hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan donor darah tersebut diantaranya Ketua PPAD Jatim Mayjen TNI (Purn) Dr. Drs. Wibisono Poespohadi, M.Sc., Assoc, Wakil Ketua PPAD Brigjen TNI (Purn) Kusbandi, Kabawas PPAD Brigjen TNI (Purn) E.V.S. Aldian Gondokusumo, S.E, dan
Peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari anggota PPAD, prajurit TNI, HIPAKAD, jajaran pengurus Media Pilar Pos, masyarakat umum, hingga relawan sosial yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam satu kegiatan kemanusiaan menunjukkan bahwa nilai gotong royong dan solidaritas sosial masih menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia hingga saat ini.
Ketua panitia donor darah, Letkol (Purn) Suwandi, menjelaskan bahwa kegiatan donor darah tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya bentuk seremonial dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional, melainkan juga bentuk nyata kebangkitan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat modern yang semakin membutuhkan rasa kepedulian antarsesama.
Dalam suasana yang penuh keakraban dan semangat kebersamaan, para peserta tampak antusias mengikuti seluruh proses donor darah sejak pagi hari. Mulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, hingga proses pengambilan darah berlangsung dengan tertib dan lancar. Semangat para peserta menjadi gambaran bahwa masyarakat masih memiliki kesadaran tinggi untuk membantu orang lain tanpa memandang latar belakang maupun status sosial.
Kol. (Pur) Adi Birowo, SE, menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional memiliki makna historis yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Peringatan ini menjadi pengingat lahirnya kesadaran persatuan nasional yang dahulu menjadi kekuatan utama rakyat Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan. Semangat perjuangan tersebut, menurutnya, kini harus diterjemahkan dalam bentuk aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan donor darah ini, PPAD ingin menunjukkan bahwa nasionalisme tidak hanya diwujudkan melalui pidato atau slogan semata, tetapi juga melalui tindakan konkret yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Donor darah menjadi salah satu bentuk pengabdian sosial yang sangat penting karena kebutuhan darah di rumah sakit terus meningkat setiap harinya. Darah yang didonorkan akan sangat membantu pasien yang membutuhkan transfusi akibat kecelakaan, tindakan operasi, penyakit kronis, anemia, hingga kondisi darurat lainnya.
Kegiatan donor darah juga memiliki makna edukatif yang penting bagi masyarakat. Banyak orang belum menyadari bahwa donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya. Secara medis, donor darah secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan jantung, memperlancar sirkulasi darah, membantu mengontrol kadar zat besi dalam tubuh, serta merangsang pembentukan sel darah merah baru. Selain itu, donor darah juga menjadi sarana pemeriksaan kesehatan sederhana karena setiap pendonor akan melalui proses pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, dan kondisi kesehatan umum sebelum melakukan donor.
Prosedur pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan disiplin dan memperhatikan standar kesehatan yang ketat. Tim medis melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap setiap peserta guna memastikan proses donor darah berjalan aman dan sesuai prosedur. Para panitia dan tenaga kesehatan juga terlihat sigap memberikan pelayanan terbaik agar seluruh peserta merasa nyaman selama mengikuti kegiatan.
Antusiasme peserta dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan zaman yang semakin modern, aksi sederhana seperti donor darah tetap menjadi bentuk nyata kepedulian yang memiliki dampak besar bagi kemanusiaan. Setetes darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan hidup bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit maupun kondisi darurat medis.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, donor darah yang digelar PPAD juga menjadi sarana mempererat hubungan antara organisasi purnawirawan dengan masyarakat. Kehadiran masyarakat umum dalam kegiatan ini menunjukkan adanya hubungan harmonis yang terjalin melalui semangat pengabdian dan kepedulian bersama. Nilai inilah yang sesungguhnya menjadi inti dari semangat kebangkitan nasional, yakni persatuan, kebersamaan, dan semangat saling membantu demi kepentingan bangsa.
Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026, PPAD berharap kegiatan donor darah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi berbagai organisasi maupun elemen masyarakat lainnya. Dengan memperkuat budaya peduli dan semangat kemanusiaan, bangsa Indonesia diyakini akan semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Aksi donor darah ini menjadi pengingat penting bahwa kebangkitan bangsa bukan hanya tentang mengenang sejarah perjuangan masa lalu, melainkan juga tentang bagaimana masyarakat masa kini mampu bangkit bersama untuk menciptakan kehidupan yang lebih peduli, sehat, dan penuh solidaritas. Dari setetes darah yang didonorkan, lahir harapan baru bagi kemanusiaan, sekaligus menjadi bukti bahwa semangat perjuangan para pendahulu bangsa masih terus hidup dalam tindakan nyata generasi saat ini. (Bagas)











