LOMBOK-TENGAH,Media Indonesia Times. — Menurut salah satu Guru BK/Konselor SMKN 1 Kopang (MOH. ARIPIN, S.Pd.GR).
Guru BK /Konselor Sekolah tidak bekerja sendiri. Peran utama BK adalah membantu perkembangan siswa secara pribadi, sosial, belajar, dan karier. Supaya itu tercapai, sinergi dengan orang tua/wali siswa menjadi kunci.
1. *Mendapatkan Data Siswa yang Lengkap dan Akurat*
Siswa berperilaku berbeda di sekolah dan di rumah. Guru BK melihat siswa di lingkungan sekolah, orang tua melihat di lingkungan keluarga. Dengan kerja sama, informasi tentang kebiasaan belajar, kondisi emosi, masalah keluarga, dan potensi anak bisa digabung. Hasilnya, penanganan masalah jadi lebih tepat sasaran, bukan hanya berdasarkan gejala di sekolah.
2. *Menjaga Konsistensi Pembinaan*
Kalau sekolah menerapkan disiplin dan pembinaan karakter, tapi di rumah tidak didukung, hasilnya tidak maksimal. Sinergi memastikan aturan, nilai, dan target yang dibangun di sekolah juga dikuatkan di rumah. Contoh: program kedisiplinan masuk sekolah, pencegahan perundungan, atau bimbingan karier.
3. *Deteksi Dini dan Penanganan Masalah Lebih Cepat*
Masalah seperti penurunan prestasi, perubahan perilaku, kecenderungan putus sekolah, atau tekanan mental sering terdeteksi lebih dulu oleh orang tua. Dengan komunikasi yang baik, guru BK bisa langsung melakukan konseling dan intervensi sebelum masalah membesar. Ini mencegah kasus berat yang mengganggu proses belajar.
4. *Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa*
Siswa merasa didukung penuh ketika guru dan orang tua satu suara. Dukungan emosional ini meningkatkan motivasi belajar, kepercayaan diri, dan tanggung jawab siswa. Di SMK seperti SMKN 1 Kopang yang fokus pada keterampilan dan kesiapan kerja, motivasi ini sangat penting agar siswa serius mengikuti praktik dan PKL.
5. *Mendukung Perencanaan Karier Siswa SMK*
Lulusan SMK diarahkan langsung ke dunia kerja atau wirausaha. Guru BK butuh informasi dari orang tua tentang kondisi ekonomi keluarga, minat anak, dan harapan orang tua. Dengan data itu, bimbingan karier, pemilihan jurusan lanjutan, dan penyaluran kerja jadi lebih relevan dengan kebutuhan siswa.
6. *Membangun Kepercayaan dan Citra Positif Sekolah*
Ketika orang tua merasa dilibatkan dan dihargai, kepercayaan terhadap sekolah meningkat. Orang tua tidak merasa dipanggil hanya saat anak bermasalah. Ini menciptakan iklim sekolah yang terbuka dan kolaboratif, yang akhirnya mendongkrak kualitas pendidikan secara keseluruhan di SMKN 1 Kopang.
Cara Mewujudkannya
1. Pertemuan rutin guru BK, wali kelas, dan orang tua melalui forum parenting atau pertemuan wali murid.
2. Komunikasi dua arah via grup WA resmi, telepon, atau kunjungan rumah bila perlu.
3. Program bersama seperti seminar pola asuh, workshop parenting, dan diskusi kasus siswa.
4. Dokumentasi hasil konseling dan kesepakatan tindak lanjut yang diketahui kedua pihak.
*Intinya:* Kualitas pendidikan di SMKN 1 Kopang tidak hanya ditentukan oleh guru di kelas. Ketika guru BK dan orang tua bergerak sebagai satu tim, masalah siswa bisa ditangani lebih cepat, potensi siswa berkembang optimal, dan tujuan sekolah mencetak lulusan siap kerja jadi lebih mudah tercapai.
Ruslan RT











