Surabaya, 26 Juni 2026 – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 dimaknai secara substantif oleh Pusat Kajian Tata Kelola Keuangan dan Pembangunan Pemerintahan Daerah (PUSTAKA PEMDA) melalui penyelenggaraan bakti sosial yang dipadukan dengan kampanye edukasi bertema “Perang Melawan Narkoba (War On Drugs) Menuju Indonesia Bersih Narkoba”. Kegiatan yang berlangsung di Restoran Soto Seger, Jalan Joyoboyo No. 33, Surabaya, ini menjadi ruang kolaborasi antara aksi kemanusiaan dan penguatan kesadaran publik terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika.
Sebagai lembaga yang terdaftar di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen POLPUM), PUSTAKA PEMDA menegaskan bahwa upaya membangun masyarakat yang sehat dan berkualitas memerlukan pendekatan yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif melalui edukasi, kepedulian sosial, dan partisipasi masyarakat.
Ketua Umum PUSTAKA PEMDA, Andi Amran, menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan tantangan serius yang berdampak luas terhadap kualitas sumber daya manusia, ketahanan keluarga, hingga pembangunan nasional. Karena itu, peringatan Hari Anti Narkotika Internasional harus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam melindungi generasi penerus bangsa.
“Narkoba bukan hanya merusak masa depan individu, tetapi juga mengancam keutuhan keluarga dan tatanan sosial. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat melalui edukasi, kepedulian, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” ujar Andi Amran.
Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, PUSTAKA PEMDA menyalurkan bantuan kepada anak-anak berkebutuhan khusus, kaum dhuafa, serta anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat nilai kemanusiaan sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kehadiran para penerima bantuan, relawan, mitra, serta berbagai unsur masyarakat mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi fondasi penting dalam membangun kepedulian sosial. Rasa syukur dan kebahagiaan tampak dari wajah para penerima manfaat yang menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai kalangan, mulai dari unsur pemerintah, dunia usaha, TNI, Polri, lembaga sosial, hingga masyarakat umum. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa upaya menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba memerlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.
Menutup rangkaian kegiatan, Andi Amran mengajak masyarakat untuk menjadikan Hari Anti Narkotika Internasional sebagai pengingat bahwa perang terhadap narkoba merupakan tanggung jawab bersama.
“Mari kita katakan tidak pada narkoba, mengisi kehidupan dengan aktivitas yang positif, serta menjadi bagian dari gerakan yang melindungi generasi muda demi masa depan Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing,” tutupnya.
Melalui perpaduan antara edukasi, aksi sosial, dan penguatan kolaborasi lintas sektor, PUSTAKA PEMDA berharap semangat Hari Anti Narkotika Internasional tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memperkuat kesadaran kolektif masyarakat. Dengan kepedulian yang terus tumbuh dan sinergi yang semakin erat, cita-cita mewujudkan Indonesia yang sehat, tangguh, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba menjadi tujuan yang dapat diwujudkan bersama. (Wwn)











