BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Kabupaten Bangkalan menyampaikan update hasil panen dan perkembangan program “Beras Desa”. Produktivitas padi di musim kering tahun 2026 masih berada di angka bagus, dan kualitas beras lokal Bangkalan dinilai setara dengan beras dari Jawa.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Abu Said, SP., MM, Kepala Bidang Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan. menyusul launching Beras Desa di Desa Parseh, Kecamatan Socah oleh Bupati Lukman Hakim, yang dilaksanakan pada hari Selasa, 7 Juli 2026.
Abu Said menjelaskan, untuk panen musim kering tahun ini produktivitas padi di kabupaten Bangkalan masih di kisaran 7 ton per hektar, Angka ini dinilai masih masuk kategori bagus.
“Untuk Kabupaten Bangkalan hasil panen kedua di musim kering ke dua ini hasilnya cukup bagus. Artinya masih di kisaran produktivitas 7 ton, Jadi masih kategori bagus per hektar. Dibanding musim penghujan memang ada penurunan. Di musim hujan produktivitas bisa mencapai 8 ton/ha. Namun Pemkab terus berupaya meningkatkan,”Jelasnya..
Diapun menuturkan, Pada saat Launching Bupati Bangkalan mengatakan, target panen berikutnya untuk Kabupaten Bangkalan itu produktivitasnya bisa sampai 10 ton.
“Bapak Bupati menargetkan produktivitas panen bisa mencapai 10 ton, Tapi tetap kami bersama PPL di lapangan terus memberi semangat kepada Poktan dan para petani sehingga dalam pengelolaan pertanian ini bisa dimaksimalkan nantinya,” Tutur Abu Said.
Terkait launching beras, Abu Said menegaskan dengan adanya launching beras desa kemarin, itu sudah menunjukkan ada support bahwa beras hasil produksi saat ini kualitas beras Bangkalan sudah sangat baik.
“Jadi emang programnya Pak Bupati ke depan beras kita itu bisa diproduksi di Bangkalan sekaligus dibeli masyarakat Bangkalan. Nah dengan adanya launching kemarin sudah ada support bahwa beras hasil produksi yang kemarin itu bagus, sama lah tidak kalah dengan beras yang di Jawa,” ujarnya.
Lebih lanjut Abu Said mengatakan, Secara fisik, beras tersebut sudah masuk kategori bagus. Dikarenakan warnanya putih dan persentase patahnya sedikit dah saat ini beras yang diluncurkan masih kategori medium. Ke depan DP2KD menargetkan bisa tembus label premium.
“Saya kira tidak ada alasan lagi untuk mendiskreditkan kalo beras lokal itu jelek. Harapan ke depan yang premium harus kita laksanakan sehingga ke depan tidak ada lagi istilah beras lokal masih jelek,” pungkasnya.
(Azis).











