MAKI Jatim: Hukum Jangan Bertekuk Lutut di Hadapan Kekuasaan! Siapa Sesungguhnya yang Sedang Dilindungi?

Surabaya, 13 Juli 2026 – Ketika hukum kehilangan keberanian untuk menyentuh semua pihak secara setara, saat itulah keadilan berubah menjadi sekadar slogan. Publik tidak membutuhkan penegakan hukum yang hanya lantang kepada satu orang, tetapi bisu ketika berhadapan dengan pusat-pusat kekuasaan.

Kasus yang menyeret mantan Jampidsus Kejaksaan Agung memunculkan satu pertanyaan yang semakin keras menggema di ruang publik: apakah ini murni penegakan hukum, atau hanya babak baru dari pertarungan elite yang menjadikan hukum sebagai alat politik? Pertanyaan itu bukan lahir dari prasangka, melainkan dari tuntutan akan transparansi dan konsistensi.

MAKI Jawa Timur menegaskan bahwa hukum tidak boleh menjadi panggung sandiwara yang hanya menghadirkan satu “tokoh utama”, sementara aktor-aktor lain yang diduga memiliki keterkaitan justru tidak tersentuh. Bila hukum hanya berani kepada yang sudah kehilangan pijakan politik, tetapi ragu menyentuh mereka yang masih berada dalam lingkaran kekuasaan, maka publik berhak mempertanyakan independensi penegakan hukum.

Negara hukum tidak mengenal istilah “kawan dilindungi, lawan dihukum”. Konstitusi tidak pernah membedakan warna kekuasaan. Siapa pun yang diduga terlibat harus diperiksa dengan ukuran yang sama, tanpa pandang jabatan, kedekatan, maupun pengaruh politik.

Yang paling mengkhawatirkan bukanlah adanya proses hukum, melainkan munculnya persepsi bahwa proses hukum dapat dipilih waktunya, dipilih sasarannya, dan dipilih siapa yang harus dikorbankan. Persepsi semacam ini adalah racun bagi demokrasi dan ancaman serius terhadap kepercayaan publik.

MAKI Jawa Timur mengingatkan, keberanian aparat penegak hukum tidak diukur dari seberapa besar nama yang berhasil diumumkan ke publik, tetapi dari keberanian mengungkap seluruh mata rantai perkara hingga ke akar-akarnya. Jangan berhenti pada satu nama apabila fakta hukum mengarah kepada pihak lain. Jangan jadikan satu orang sebagai simbol pemberantasan, sementara yang lain tetap berada di balik tembok kekuasaan.

Hari ini rakyat sedang mengawasi. Rakyat ingin melihat apakah hukum benar-benar menjadi panglima, atau justru telah berubah menjadi alat tawar-menawar politik. Jika hukum masih memiliki harga diri, maka jangan ada lagi perlakuan tebang pilih. Jangan ada lagi kesan bahwa seseorang dijadikan “tumbal” sementara pihak lain tetap kebal.

Keadilan tidak lahir dari keberanian memilih sasaran yang mudah. Keadilan lahir dari keberanian menegakkan hukum tanpa rasa takut kepada siapa pun. Itulah ujian sesungguhnya bagi negara hukum Indonesia. (Bagas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Keluarga H. Hamim Thohari Gelar Pengajian dan Doa Bersama, Undang 50 Anak Yatim

Banyuwangi —Times merah putih.com//12 September 2026, Keluarga Bapak H. Hamim Thohari menggelar acara pengajian, tahlil, dan doa bersama dengan mengundang ...

Yusuf Kurniawan Yang Di Sapa Iwan Ketua LSM Harimau DPC Banyuwangi Bersama Jajaran Pengurus Dan Anggotanya Meninjau Lokasi Bersama Perhutani, Membuka Akses Jalan Umum Buat Warga Dusun Wangkal Kalipuro

BANYUWANGI. — Persoalan akses jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah Kalipuro mendapat perhatian dari LSM Harimau DPC Banyuwangi. Lembaga ...

Dandim 0825/Banyuwangi Didampingi Ibu Tekankan Disiplin dan Kehormatan Prajurit Saat Kunjungi Koramil Cluring

Banyuwangi -Times Merah putih.com//Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., bersama Ketua Persit KCK Cabang XXXIX Ny ...

Navy Golf Tournament HUT ke-81 TNI AL: Ketika Sportivitas Menjadi Gerakan Kemanusiaan

SURABAYA —  Sekitar 140 peserta Navy Golf Tournament dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut (TNI ...

Jaga Kebersihan Pelabuhan, Polsek Gilimanuk Bersama Lintas Instansi Gelar Aksi Bersih-Bersih

JEMBRANA – Times Merah putih.com//Menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan pelabuhan menjadi tanggung jawab bersama. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih ...

MAKI Jatim Gagas Panggung Besar Ekonomi Kreatif di Banyuwangi, 80 Booth Dorong UMKM Naik Kelas Menuju Pasar Global

SIDOARJO — Banyuwangi kembali diproyeksikan menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan ekonomi kreatif Jawa Timur. Kali ini, panggung tersebut ...
error: Content is protected !!