BANGKALAN || timesmerahputih.com— Ajang Kerapan Sapi Piala AHY sukses digelar di Stadion R.P. Moch. Noer, Kabupaten Bangkalan, Madura, Minggu, 2 Agustus 2026. Kegiatan ini dalam rangka menyambut HUT RI ke-81 sekaligus menjadi bagian perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat.
Sebanyak 64 pasang sapi kerap terbaik dari empat kabupaten di Pulau Madura tampil di arena. Ribuan warga memadati stadion untuk menyaksikan tradisi warisan leluhur tersebut.
Hadir langsung dalam acara itu Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi Demokrat Hasani Zubair, dan Ketua TP PKK Provinsi Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak.
Dalam kesempatan tersebut, AHY menegaskan pentingnya menjaga tradisi daerah agar tidak punah. “Ya terus terang, saya merasa kita itu harus selalu melestarikan warisan budaya, tradisi yang kita miliki sendiri. Nusantara kita kan kaya sekali, bukan hanya sumber daya alamnya, tapi juga warisan leluhur kita dalam bentuk tradisi. Baik itu olahraga, kemudian seni budaya dan lain-lain,” kata AHY.
Ia menyamakan Kerapan Sapi dengan tradisi besar dunia. “Jadi Kerapan Sapi ini juga tentunya punya keunikan. Tadi saya mengatakan kalau di Amerika itu ada Rodeo. Kalau di Spanyol itu ada Matador. Nah di sini ada Karapan Sapi,” ujarnya.
Lebih lanjut, AHY menyampaikan ada 3 karakter utama masyarakat Madura yang tercermin dalam ajang Kerapan Sapi.
“Madura yang sering saya ketahui adalah masyarakat Madura baik yang di sini maupun diaspora banyak sekali di seluruh Indonesia itu bekerja keras. Jadi kerja keras. Yang kedua keberanian. Rasanya berani menghadapi tantangan baru. Kalau bisa sukses di sana-sini, termasuk di luar negeri. Banyak yang menjadi tenaga kerja di sejumlah negara itu juga membutuhkan keberanian, keluar dari zona nyaman dan juga ingin berbuat yang terbaik. Yang ketiga yang tidak kalah penting ada kehormatan di sini,” jelas AHY.
Menurutnya, Kerapan Sapi bukan hanya soal hiburan. “Jadi saya rasa lomba Kerapan Sapi ini bukan hanya sekedar olahraga atau hiburan, tapi menunjukkan tiga karakteristik tadi: kerja keras, keberanian dan kehormatan,” pungkasnya.
(Azis).











