Anggaran Dipertanyakan, Kepala Desa Menantang Warga: Transparansi Gemurung di Ujung Tanduk

TIMES MERAH PUTIH//Sidoarjo, 23 Januari 2026 – Ketegangan antara warga dan Pemerintah Desa Gemurung, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, akhirnya pecah ke permukaan.

Ketidakpuasan yang selama ini terpendam kini berubah menjadi protes terbuka, menyasar langsung kinerja Kepala Desa Gemurung, H. Buwono Basyuni, yang dinilai gagal menunjukkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa.

Puluhan warga mempertanyakan sejumlah program desa yang tercantum dalam dokumen anggaran dengan nilai nominal tertentu, namun hingga kini tidak dapat ditunjukkan bukti fisik maupun realisasi nyatanya di lapangan.

Program-program tersebut tercatat secara administratif, tetapi wujudnya dipertanyakan publik desa yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama.

Alih-alih menjawab secara terbuka dan menjelaskan duduk perkara penggunaan dana desa, Kepala Desa justru merespons dengan sikap defensif dan pernyataan bernada tinggi yang dinilai menantang warga. Situasi forum yang awalnya berjalan kondusif berubah memanas ketika klarifikasi yang diharapkan justru digantikan oleh sikap penolakan.

Salah satu perwakilan warga, Yalin, mengungkapkan bahwa pertanyaan disampaikan secara santun dan persuasif, semata-mata untuk meminta kejelasan penggunaan anggaran desa. Namun, upaya tersebut tidak mendapat respons sebagaimana mestinya dari seorang pejabat publik.

Di hadapan warga, Kepala Desa H. Buwono Basyuni secara terbuka menyampaikan pernyataan yang memicu reaksi keras:

“Nek aku gak gelem jawab kate lapo? Laporno ae ben inspektorat seng merikso. Kalau aku gak mau jawab lantas mau apa? Laporkan saja biar inspektorat yang memeriksa.”

Pernyataan tersebut sontak menyulut kemarahan warga. Sikap tersebut dinilai mencerminkan arogansi kekuasaan, minim empati, serta bertolak belakang dengan prinsip keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa sebagaimana diamanatkan undang-undang.

“Kalau memang tidak ada yang ditutupi, seharusnya dijelaskan secara terbuka. Ini uang negara, bukan uang pribadi,” tegas salah satu warga, disambut dukungan warga lain dalam forum tersebut.

Alih-alih meredam kecurigaan, respons kepala desa justru memperkuat dugaan adanya kejanggalan dalam realisasi program desa. Jawaban yang disampaikan dinilai tidak menyentuh substansi persoalan, cenderung menghindar, dan gagal menunjukkan tanggung jawab moral sebagai pemimpin pemerintahan desa.

Warga menegaskan bahwa kesabaran mereka memiliki batas.
Apabila dalam waktu dekat Pemerintah Desa Gemurung tidak memberikan klarifikasi terbuka, rinci, dan dapat dipertanggungjawabkan terkait program-program yang dipersoalkan, warga menyatakan siap menempuh jalur hukum sesuai ketentuan perundang-undangan. Langkah tersebut mencakup pelaporan resmi ke Inspektorat, serta kemungkinan pengaduan kepada aparat penegak hukum.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Gemurung belum memberikan keterangan resmi maupun klarifikasi tertulis kepada publik terkait polemik tersebut. (Bagas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

2.000 Peserta Hadiri Kopdar Layang-Layang se-Madura, P3 Muda Jatim Sukses Gelar Pendidikan Politik di Bangkalan

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Suasana meriah menyelimuti Desa Ko'ol, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Sebanyak 2.000 peserta tumpah ruah menghadiri ...

Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Polresta Banyuwangi Bersama Bapanas RI Cek Stok dan Harga Beras di Kabupaten Banyuwangi 

Banyuwangi - Timesmerahputih.com | Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Polresta Banyuwangi bersama Badan Pangan Nasional ...

GANDRUNG, KREATIVITAS, DAN MASA DEPAN: SEBUAH IKHTIAR MAKI JATIM MEWARISKAN IDENTITAS BUDAYA KEPADA GENERASI EMAS BANYUWANGI

BANYUWANGI, 30 Oktober 2026 – Di tengah kemeriahan gelaran The Biggest Culture of Jatim with UKM/UMKM & Ekraf Fiesta 2026 ...

Hasil Maksimal! Panen Jagung Maxxi di Burneh Bangkalan Tembus 11,36 Ton Per Hektare dengan Pupuk Sekali

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Semangat petani jagung di Kabupaten Bangkalan patut diapresiasi. Kelompok Tani (Poktan) Ngarokse Tane I di Desa Lobuk, ...

Heru Satriyo Buka Kegiatan The Biggest Culture of Jatim Bersama MAKI Jatim, Pancoran Grup Perkuat Sinergi Sosial

BANYUWANGI – Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur, Heru Satriyo, membuka kegiatan kebersamaan The Biggest Culture of Jatim ...

Jaga Kamtibmas Kondusif, Sat Samapta Polres Bangkalan Gelar Patroli Dialogis di Kawasan Kampus UTM

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Sat Samapta Polres Bangkalan ...
error: Content is protected !!