Aktivis Filsafat Logika Berpikir Raden Teguh Firmansyah. “Pemberitaan Penemuan Mayat di Bekas Galian C Sesat Nalar dan Sarat Framing”

Banyuwangi – Timesmerahputih.com| Pemberitaan sejumlah media online terkait penemuan mayat di area bekas tambang galian C, Karangbendo, Kecamatan Rogojampi. milik Ketua Partai Demokrat menuai kritik keras dari Aktivis Filsafat Logika Berpikir, Raden Teguh Firmansyah. Ia menilai narasi yang dibangun tidak hanya cacat logika, tetapi juga berpotensi menyesatkan publik secara sistematis.

Raden menegaskan, sejak awal publik telah diarahkan pada opini yang keliru dengan menyematkan istilah “tambang” seolah-olah masih ada aktivitas pertambangan.

“Ini penyakit logika. Lokasinya itu bekas galian C, sudah tidak beroperasi bertahun-tahun. Tapi framing media dibuat seakan-akan masih ada aktivitas tambang ilegal. Ini bukan salah kaprah biasa, ini penggiringan opini,” tegas Raden.

Menurutnya, kegagalan paling fatal dalam pemberitaan tersebut adalah menghilangkan konteks kepemilikan dan tanggung jawab hukum.

“Itu lahan milik pribadi, bukan milik negara, bukan fasilitas umum. Lalu dengan dasar apa pemilik lahan diseret dalam opini publik? Ini logika jenis apa?” ujarnya tajam.

Raden juga menyoroti absennya nalar sebab-akibat dalam konstruksi berita. Hingga kini, motif peristiwa tenggelamnya korban belum diketahui, namun sebagian pihak sudah sibuk menunjuk kambing hitam.

“Kita tidak tahu bagaimana korban bisa tenggelam. Tapi faktanya, di lokasi sudah ada peringatan tertulis larangan masuk kawasan. Ini fakta yang sengaja dikecilkan, bahkan dihilangkan,” lanjutnya.

Untuk membongkar kesesatan berpikir tersebut, Raden memberikan analogi yang lugas dan sulit dibantah.

“Saya punya empang, saya pasang peringatan tertulis. dilarang masuk. Lalu ada dua orang malam-malam diam-diam masuk tanpa izin. Salah satunya terpeleset dan tenggelam. Besoknya meninggal. Pertanyaannya sederhana. Apakah pemilik empang otomatis jadi penjahat?” Menurut Raden, jika logika sehat masih dipakai, maka jawabannya jelas, tidak.

Ia menilai sebagian oknum aktivis dan sumber opini telah kehilangan fungsi intelektualnya dan berubah menjadi makelar isu.

“Ini bukan advokasi kemanusiaan, ini eksploitasi tragedi. Tragedi dijadikan alat untuk menyerang individu yang tidak disukai. Logika ditinggalkan, akal sehat dikubur,” kata Raden.

Raden Teguh Firmansyah mengingatkan, publik tidak boleh terus-menerus dijejali narasi emosional tanpa dasar rasional. “Kalau semua peristiwa tragis di lahan pribadi selalu disalahkan ke pemilik tanah, maka negara hukum runtuh. Yang tersisa hanya pengadilan opini dan teror framing,” pungkasnya.

Ia menutup dengan peringatan keras kepada para penggoreng isu. “Berhentilah menipu publik dengan logika palsu. Tanah itu milik pribadi, tidak ada aktivitas tambang lagi sejak lama. Kalau masih memaksa menggiring opini, berarti masalahnya bukan di lokasi kejadian, tapi di akal sehat kalian.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Brimob X-Treme 2026: Ajang Dunia, Bukti Kemampuan Personel dan Atlet Indonesia Siap Bersaing Global

Depok - Timesmerahputih.com |  Korps Brimob Polri resmi menggelar Brimob X-Treme 2026, kejuaraan menembak bergengsi bertaraf internasional dalam rangka memperingati ...

Antisipasi Kriminalitas dan Balap Liar, Polres Tanjung Perak Gelar Patroli Gelar Patroli Skala Besar

TANJUNG PERAK - Media Indonesia Times | Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif di akhir pekan, ...

MAKI Jatim Ultimatum Keras: Mobil Dinas untuk Pribadi Akan Kami Sikat!

TIMES MERAH PUTIH// Surabaya - Heru MAKI, Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Koorwil Provinsi Jawa Timur berikan himbauan keras untuk ...

JOKER LAW, KOLABORASI KREATIF BERSAMA AYU SYIFA ZARA SIAP WARNAI INDUSTRI MUSIK 2026

Surabaya - Suasana pagi yang cerah di Kebun Bibit Wonorejo pada 12 April 2026 berubah menjadi pusat aktivitas kreatif yang ...

Dikukuhkan Khidmat, Pemuda Katolik Banyuwangi Teguhkan Peran di Tengah Keberagaman

BANYUWANGI, TIMES MERAH PUTIH// Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Banyuwangi periode 2025–2028 resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi yang berlangsung ...

Michael Edy Hariyanto Pimpin Technical Meeting Piala PSSI, Tegaskan Komitmen Pembinaan Sepak Bola Banyuwangi

Banyuwangi – Ketua PSSI sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, memimpin langsung jalannya technical meeting (TM) Piala ...
error: Content is protected !!