BANYUWANGI — Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat (APPM) Banyuwangi kembali menunjukkan sikap tegas dan tanpa kompromi. Organisasi pemuda ini melontarkan peringatan keras kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar tidak bermain-main dalam penegakan hukum, khususnya terkait dugaan penyerobotan dan penguasaan ilegal aset milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Ketua APPM Banyuwangi, M. Rofiq Azmi, menegaskan bahwa lemahnya ketegasan hukum berpotensi menjadikan Banyuwangi sebagai ladang subur praktik penggarongan aset rakyat. Ia menilai sejumlah persoalan strategis dibiarkan stagnan tanpa kejelasan, seolah hukum hanya menjadi pajangan.
“Hukum jangan jadi pajangan. Kalau aset daerah bisa dikuasai seenaknya dan dibiarkan tanpa tindakan, itu namanya pembiaran. Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan,” tegas Rofiq.
Aset Rakyat Diduga Dikuasai Ilegal
APPM menyoroti adanya indikasi kuat penguasaan aset daerah—khususnya lahan milik pemerintah—oleh pihak tertentu tanpa dasar hukum dan mekanisme administrasi yang sah. Kondisi ini dinilai bukan hanya merugikan keuangan daerah, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan publik terhadap pemerintah dan aparat penegak hukum.
“Setiap jengkal aset daerah adalah hak rakyat. Jika hilang atau dikuasai secara ilegal, itu kejahatan terhadap publik Banyuwangi,” ujarnya.
“Tangkap Tikusnya, Jangan Lindungi Kucing”
Dalam kritiknya, Rofiq mengutip pepatah yang dipopulerkan Deng Xiaoping:
“Tidak peduli kucing itu hitam atau putih, selama bisa menangkap tikus, itulah kucing yang baik.”
Menurutnya, masyarakat sudah muak dengan alasan, prosedur berbelit, dan kompromi kekuasaan. Publik hanya ingin satu hal: pelaku penyelewengan aset daerah ditindak tegas tanpa pandang bulu.
“Rakyat tidak peduli jabatan, warna politik, atau kedekatan kekuasaan. Tangkap tikusnya. Jangan sibuk melindungi kucing,” sindirnya tajam.
Tiga Ultimatum Tegas APPM Banyuwangi
Sebagai bentuk tekanan publik, APPM Banyuwangi menyampaikan tiga tuntutan utama:
Audit dan Inventarisasi Total Aset Daerah
Mendesak pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum melakukan pendataan ulang seluruh aset daerah yang rawan diserobot atau disalahgunakan.
Transparansi Penanganan Kasus
Menuntut kejelasan dan keterbukaan terhadap laporan masyarakat yang selama ini mengendap tanpa progres hukum.
Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Meminta tindakan tegas terhadap siapapun yang terlibat, baik pejabat, pengusaha, maupun pihak berpengaruh lainnya.
APPM HEBAT BANYUWANGI: Alarm Keras bagi Penguasa
APPM menegaskan bahwa pernyataan ini adalah alarm keras, bukan sekadar kritik. Jika tidak direspons dengan langkah konkret, APPM siap terus mengawal dan mengonsolidasikan kekuatan pemuda serta masyarakat sipil.
“Pemuda tidak boleh diam. Hukum harus menjadi panglima, bukan alat kompromi. Selama ketidakadilan masih ada, APPM Banyuwangi akan terus berdiri di barisan rakyat,” pungkas Rofiq.
APPM HEBAT. PEMUDA KUAT. BANYUWANGI BERMARTABAT.
(Red)














