TIMES MERAH PUTIH//Banyuwangi —Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Banyuwangi menuai sorotan. Penampilan seorang biduan dengan goyangan yang dinilai tidak pantas dalam rangkaian acara keagamaan tersebut dianggap mencederai kesakralan Isra Mi’raj.
Dalam video yang beredar di media sosial, biduan tersebut tampil tanpa busana muslim dan memperagakan goyangan sensual di atas panggung. Aksi itu dinilai tidak menghormati peringatan perjalanan suci Rasulullah SAW yang seharusnya berlangsung khidmat dan penuh nilai keteladanan.
Isra Mi’raj merupakan peristiwa agung umat Islam yang sarat pesan akhlak dan ketaatan. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sebelumnya, publik juga dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan aksi joget dan saweran seorang tokoh kepada biduan di panggung bernuansa religi. Aksi tersebut dinilai melukai marwah tokoh dan mencederai etika dalam acara keagamaan.
Sejumlah warga menilai ketidaktahuan pengisi acara tidak dapat dijadikan alasan. Setiap penampil dinilai wajib memahami konteks acara, terlebih peringatan Isra Mi’raj yang merupakan agenda sakral umat Islam.
“Peringatan Isra Mi’raj seharusnya diisi pengajian, doa bersama, dan tausiah, bukan hiburan dengan goyangan yang mengarah pada kemaksiatan,” ujar salah seorang warga.
Warga berharap panitia dan tokoh masyarakat ke depan lebih selektif dalam menyusun rangkaian acara keagamaan agar marwah dan nilai-nilai Islam tetap terjaga.
(Redaksi)














