Langka dan Mahal! LPG 3 Kg di Banyuwangi Bikin Warga Panik Jelang Idul Fitri 2026

BANYUWANGI,– Times merah putih.com//Kelangkaan Gas Elpiji 3 kilogram (LPG subsidi) kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banyuwangi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kali ini, warga Kecamatan Singojuruh mengaku kesulitan mendapatkan pasokan “gas melon” setelah berkeliling ke berbagai pangkalan dan toko pengecer tanpa hasil.

Kondisi ini memicu keresahan masyarakat, terutama karena momen Lebaran identik dengan meningkatnya kebutuhan memasak di rumah tangga. Berbagai hidangan khas seperti ketupat dan lepet menjadi tradisi yang sulit dipisahkan, sehingga kebutuhan energi memasak pun melonjak drastis.

Seorang warga Singojuruh mengungkapkan, dirinya harus berkeliling seharian untuk mencari LPG 3 kg, namun seluruh pangkalan dan pengecer yang didatangi dalam kondisi kosong.

“Seharian keliling ke pangkalan dan toko, semuanya kosong. Akhirnya terpaksa masak pakai kayu bakar lagi,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Akibat kelangkaan tersebut, sebagian warga kini kembali menggunakan “pawon” atau tungku tradisional berbahan bata merah dengan kayu bakar sebagai alternatif memasak.

Selain sulit didapat, harga LPG 3 kg di tingkat pengecer juga mengalami lonjakan signifikan. Di beberapa titik di Kecamatan Singojuruh, harga mencapai Rp25.000 per tabung, bahkan di wilayah lain seperti Srono, Muncar, dan Genteng dilaporkan menembus Rp35.000 per tabung.

Salah satu pengecer di Desa Padang, Singojuruh, mengaku menjual LPG 3 kg seharga Rp25.000 karena sudah membeli dari pangkalan dengan harga Rp23.000 per tabung.

“Kami jual Rp25.000, ambil dari pangkalan sudah Rp23.000. Untungnya tipis, tapi barangnya juga langka,” jelasnya.

Namun, temuan berbeda muncul dari hasil penelusuran di lapangan. Salah satu sub penyalur di kawasan Perumahan Sobo Indah, Banyuwangi, diketahui masih menjual LPG 3 kg sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp18.000 per tabung.

Perbedaan harga yang cukup mencolok ini memunculkan dugaan adanya persoalan dalam rantai distribusi LPG subsidi, baik di tingkat agen maupun pangkalan.

Sekretaris Forum Singojuruh Bersatu (FSB), Dendy Eka Wardana, SH, menilai kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan, ia menduga ada indikasi permainan distribusi yang menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga di tingkat masyarakat.

Menurutnya, fenomena ini menunjukkan lemahnya pengawasan dari Satgas Pangan Kabupaten Banyuwangi, terutama menjelang momen besar seperti Idul Fitri.

“Kalau memang ada permainan di tingkat agen atau pangkalan, maka Satgas Pangan bisa dikatakan kecolongan. Ini harus segera ditindak tegas,” ujarnya.

Dendy juga menegaskan, bahwa langkah pemerintah daerah melalui operasi pasar dan bazar LPG murah belum sepenuhnya efektif dalam menekan gejolak harga dan menjamin ketersediaan stok di lapangan.

Kelangkaan LPG 3 kg ini semakin menambah beban masyarakat di tengah kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran. Banyak warga, khususnya ibu rumah tangga, mengeluhkan kondisi tersebut karena berdampak langsung pada kebutuhan sehari-hari.

FSB mendesak Satgas Pangan dan instansi terkait segera melakukan investigasi menyeluruh, menertibkan distribusi, serta menindak tegas oknum yang terbukti melakukan pelanggaran.

Selain itu, transparansi hasil penindakan juga dinilai penting agar masyarakat mengetahui langkah konkret pemerintah dalam mengatasi persoalan yang kerap berulang setiap tahun.

“Kami berharap, hasil temuan di lapangan bisa dipublikasikan secara terbuka. Masyarakat berhak tahu siapa yang bermain dan bagaimana penindakannya,” pungkas Dendy.

Dengan momen hari raya Idul Fitri yang tinggal menghitung hari, masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat dan terukur agar distribusi LPG kembali normal dan harga dapat dikendalikan.

Reporter ( NURSALIM )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Brimob X-Treme 2026: Ajang Dunia, Bukti Kemampuan Personel dan Atlet Indonesia Siap Bersaing Global

Depok - Timesmerahputih.com |  Korps Brimob Polri resmi menggelar Brimob X-Treme 2026, kejuaraan menembak bergengsi bertaraf internasional dalam rangka memperingati ...

Antisipasi Kriminalitas dan Balap Liar, Polres Tanjung Perak Gelar Patroli Gelar Patroli Skala Besar

TANJUNG PERAK - Media Indonesia Times | Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif di akhir pekan, ...

MAKI Jatim Ultimatum Keras: Mobil Dinas untuk Pribadi Akan Kami Sikat!

TIMES MERAH PUTIH// Surabaya - Heru MAKI, Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Koorwil Provinsi Jawa Timur berikan himbauan keras untuk ...

JOKER LAW, KOLABORASI KREATIF BERSAMA AYU SYIFA ZARA SIAP WARNAI INDUSTRI MUSIK 2026

Surabaya - Suasana pagi yang cerah di Kebun Bibit Wonorejo pada 12 April 2026 berubah menjadi pusat aktivitas kreatif yang ...

Dikukuhkan Khidmat, Pemuda Katolik Banyuwangi Teguhkan Peran di Tengah Keberagaman

BANYUWANGI, TIMES MERAH PUTIH// Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Banyuwangi periode 2025–2028 resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi yang berlangsung ...

Michael Edy Hariyanto Pimpin Technical Meeting Piala PSSI, Tegaskan Komitmen Pembinaan Sepak Bola Banyuwangi

Banyuwangi – Ketua PSSI sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, memimpin langsung jalannya technical meeting (TM) Piala ...
error: Content is protected !!