Banyuwangi – Timesmerahputih.com | Seorang lansia bernama Sitinah (78), warga Dusun Bangeran, Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat , Kabupaten Banyuwangi, dilaporkan hilang sejak hari Selasa, 07/04/2026 pukul 22.00 WIB. korban dilaporkan meninggalkan rumah tanpa izin sejak hari Senin, (06/04/2026) pukul 09.00 WIB.
Peristiwa hilangnya Sitinah pertama kali diketahui oleh pihak keluarga setelah korban keluar tanpa pamit dan tidak kunjung pulang ke rumah sejak Senin, (06/04/2026). Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kabat, Polresta Banyuwangi pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Kapolsek Kabat AKP Badrodin Hidayat., S.H, MH membenarkan adanya laporan warga hilang di wilayah hukumnya. Menurutnya, Anggota Polsek Kabat dan tim gabungan yang meliputi Basarnas Kabupaten Banyuwangi, Kecamatan Kabat, Pemdes Tambong, dan masyarakat sekitar langsung bergerak setelah menerima laporan.
“Setelah menerima laporan dari pihak keluarga, kami langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan pencarian,” ujar Badrodin Hidayat.
Ia menjelaskan, pencarian dilakukan dengan menyisir area perkebunan disekitar rumah korban. Tim gabungan juga mengumpulkan informasi dari warga yang terakhir melihat korban.
Sekitar pukul 13.45 WIB pada hari Rabu, (08/04/2026) tim gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal di area tanah kebun yang difungsikan sebagai tambang batuan dan masuk Dusun Kejoyo, Desa Tambong Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi.
“Alhamdulillah korban sudah ditemukan, meski kondisi meninggal dunia. Tim gabungan segera membawa korban kerumah duka yang berjarak sekitar 1 km dari rumah duka,” jelas Badrodin Hidayat.
“Selanjutnya dilakukan pemeriksaan luar oleh tim Inafis Satreskrim Polresta Banyuwangi bersama dengan tim Nakes / Medis Puskesmas Kabat dengah hasil ditemukan luka luar dan tidak ditemukan luka lain yang diduga kekerasan atau tindak pidana sehingga pihak korban menerima dengan ikhlas dan tidak berkenan melakukan Otopsi terhadap jenazah korban dan membuat surat pernyataan penolakan Otopsi,” Terang Kapolsek Kabat.
“Kami menghimbau kepada masyarakat sekitar, untuk selalu waspada dan sama-sama menjaga keluarga apalagi yang sudah mengalami dimensia agar tidak terjadi hal serupa dan semoga selalu dalam Lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” Pungkas Badrodin Hidayat.










