Menyusuri Jejak Gelap Pavingisasi: Dana Pokir Diduga “Tersandera” Di Jalan Buntu Durung Banjar

Sidoarjo -| Proyek pavingisasi jalan di Desa Durung Banjar, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, memunculkan tanda tanya besar yang tak bisa lagi dianggap sepele. Pekerjaan yang diduga bersumber dari dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD ini terindikasi menyimpan kejanggalan serius mulai dari lokasi yang tidak lazim hingga nihilnya transparansi informasi publik.

Investigasi lapangan menemukan fakta mencolok: proyek berjalan tanpa papan informasi resmi. Tidak ada penjelasan mengenai sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana proyek, maupun tenggat waktu pekerjaan. Padahal, keberadaan papan proyek merupakan kewajiban mutlak dalam setiap penggunaan uang negara. Ketika kewajiban dasar ini diabaikan, publik berhak menduga adanya upaya menutup jejak.

Lebih mengkhawatirkan, lokasi proyek berada di area kaplingan dan berujung pada jalan buntu. Fakta ini menimbulkan pertanyaan krusial: apakah proyek ini benar-benar diperuntukkan bagi kepentingan umum, atau justru menguntungkan kelompok tertentu?

Jika dana Pokir yang sejatinya ditujukan untuk kebutuhan publik justru diarahkan ke kawasan terbatas, maka patut diduga terjadi penyimpangan peruntukan anggaran.

“Dana pokir itu uang rakyat. Kalau dipakai di jalan kaplingan yang tidak bisa diakses masyarakat luas, itu jelas janggal. Kami menduga ada sesuatu yang sengaja disembunyikan,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Minimnya keterbukaan tidak hanya memicu kecurigaan, tetapi juga menabrak prinsip akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik. Proyek ini seolah hadir tanpa identitas, bekerja dalam senyap, dan menghindari sorotan ciri klasik proyek bermasalah.

Kondisi ini menuntut kehadiran aparat pengawas, inspektorat, hingga aparat penegak hukum untuk menelusuri alur anggaran, menentukan siapa pengusul, siapa pelaksana, dan siapa yang paling diuntungkan. Pembiaran terhadap proyek semacam ini sama artinya dengan membuka ruang lebar bagi praktik penyalahgunaan dana publik.

Kasus pavingisasi di Durung Banjar bukan sekadar soal jalan. Ini adalah soal kepercayaan publik yang dipertaruhkan. Ketika uang rakyat mengalir ke jalan buntu tanpa kejelasan, maka yang sedang dibangun bukan infrastruktur melainkan skandal yang menunggu waktu untuk terbongkar. (Bagas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Brimob X-Treme 2026: Ajang Dunia, Bukti Kemampuan Personel dan Atlet Indonesia Siap Bersaing Global

Depok - Timesmerahputih.com |  Korps Brimob Polri resmi menggelar Brimob X-Treme 2026, kejuaraan menembak bergengsi bertaraf internasional dalam rangka memperingati ...

Antisipasi Kriminalitas dan Balap Liar, Polres Tanjung Perak Gelar Patroli Gelar Patroli Skala Besar

TANJUNG PERAK - Media Indonesia Times | Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif di akhir pekan, ...

MAKI Jatim Ultimatum Keras: Mobil Dinas untuk Pribadi Akan Kami Sikat!

TIMES MERAH PUTIH// Surabaya - Heru MAKI, Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Koorwil Provinsi Jawa Timur berikan himbauan keras untuk ...

JOKER LAW, KOLABORASI KREATIF BERSAMA AYU SYIFA ZARA SIAP WARNAI INDUSTRI MUSIK 2026

Surabaya - Suasana pagi yang cerah di Kebun Bibit Wonorejo pada 12 April 2026 berubah menjadi pusat aktivitas kreatif yang ...

Dikukuhkan Khidmat, Pemuda Katolik Banyuwangi Teguhkan Peran di Tengah Keberagaman

BANYUWANGI, TIMES MERAH PUTIH// Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Banyuwangi periode 2025–2028 resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi yang berlangsung ...

Michael Edy Hariyanto Pimpin Technical Meeting Piala PSSI, Tegaskan Komitmen Pembinaan Sepak Bola Banyuwangi

Banyuwangi – Ketua PSSI sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, memimpin langsung jalannya technical meeting (TM) Piala ...
error: Content is protected !!