BANGKALAN || timesmerahputih.com— Pelaksanaan gerak jalan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, mendapat sorotan dari Forum Pemuda Bangkalan (FPB).
Ketua Forum Pemuda Bangkalan, M. Mukri, meminta panitia pelaksana dan dewan juri menjalankan perlombaan secara profesional, objektif, dan transparan. Hal itu disampaikan menyusul adanya dugaan ketidakberesan dalam proses penentuan juara yang dinilai dapat merugikan peserta.
Mukri juga menyoroti adanya dugaan pemberian uang atau suap kepada pihak panitia maupun juri oleh seorang guru untuk memengaruhi hasil perlombaan. Namun, dugaan tersebut menurutnya perlu dibuktikan dan diklarifikasi kepada pihak-pihak yang terkait.
“Kami meminta panitia dan dewan juri menjaga integritas pelaksanaan lomba. Jangan sampai ada dugaan suap atau permainan dalam penentuan juara. Kalau memang ditemukan adanya praktik seperti itu, harus ditindaklanjuti dan diperiksa secara terbuka,” ujar Mukri.
Menurutnya, proses penilaian harus berpedoman pada ketentuan dan nomor peserta yang telah ditetapkan sejak awal. Ia mencontohkan adanya peserta dengan nomor punggung 110 yang sebelumnya dinilai memiliki posisi juara, namun kemudian disebut berubah menjadi nomor 02. Perubahan tersebut, perlu dijelaskan secara transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat maupun peserta lomba.
“Kami meminta Bapak Camat Tragah selaku pemangku kebijakan melakukan evaluasi. Jangan sampai persoalan seperti ini terus terjadi setiap tahun. Jika memang ada kejanggalan, harus diluruskan agar kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan tersebut tetap terjaga,” tegasnya.
Mukri menambahkan, pihaknya meminta seluruh panitia dan dewan juri tidak memandang latar belakang peserta, sekolah, maupun pihak tertentu dalam menentukan pemenang.
Ia berharap pelaksanaan perlombaan HUT RI menjadi ajang yang sportif dan memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, khususnya para pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Penilaian harus berdasarkan kemampuan dan ketentuan lomba, bukan karena adanya kepentingan tertentu. Kami meminta panitia bertindak bijaksana dan profesional,” pungkas Mukri.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak panitia pelaksana dan dewan juri belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan adanya pemberian uang maupun perubahan hasil penilaian tersebut. Konfirmasi dari pihak yang dituding tetap diperlukan untuk memperoleh pemberitaan yang berimbang.
(Azis).











