BANGKALAN || timesmerahputih.com– Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan memastikan bahwa sebanyak 40 Sekolah Dasar (SD) di 18 kecamatan se-Kabupaten Bangkalan akan menjadi sasaran program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan yang didukung langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Disdik Bangkalan, Ali Yusri Purwanto, S.E., MM, menyampaikan bahwa penetapan ke-40 SD tersebut berdasarkan usulan yang diajukan oleh Disdik Bangkalan kepada Kemendikbud. Dari total usulan awal sebanyak 151 sekolah, hanya 40 sekolah yang mendapatkan kuota prioritas karena kondisinya paling membutuhkan perbaikan.
“Prioritas utama adalah sekolah yang kondisi gedungnya rusak parah dengan tingkat kerusakan di atas 60 persen,” ujar Ali Yusri saat dikonfirmasi pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Ia menambahkan, dana yang dialokasikan untuk seluruh kegiatan revitalisasi ini mencapai Rp 38 miliar. Besarnya dana per sekolah berbeda tergantung tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing sekolah, yang dihitung berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Menurut Ali Yusri, pencairan dana dilakukan secara bertahap melalui pola swakelola langsung dari rekening sekolah. Tahap pertama sebesar 70 persen dan tahap kedua sebesar 30 persen. “Ini agar pengelolaan dana lebih transparan dan sesuai dengan progres pekerjaan,” imbuhnya.
Selain itu, proses finalisasi daftar sekolah penerima bantuan telah selesai dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerjasama antara kepala sekolah dan Kemendikbudristek sebagai bentuk komitmen pelaksanaan program tersebut.
“Pekerjaan revitalisasi sendiri sudah dimulai sejak Agustus 2026 sesuai juknis dari Kemendikbudristek yang telah diterima oleh Disdik Bangkalan.”ungkapnya.
Dalam rangka memastikan penggunaan dana tepat sasaran dan sesuai dengan RAB, Disdik Bangkalan juga telah menunjuk tim konsultan pengawas. Mereka bertugas melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan agar berjalan sesuai volume dan batas waktu yang telah ditentukan.
Ali Yusri berharap seluruh proses revitalisasi dapat berjalan lancar tanpa hambatan sehingga mampu meningkatkan kualitas fasilitas belajar mengajar di SD-SD yang menjadi prioritas tersebut.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan ini tidak hanya sekadar fisik tetapi juga berdampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bangkalan,” katanya.
Program revitalisasi ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran bagi anak-anak bangsa di era modern. Dengan anggaran besar dan dukungan penuh dari pemerintah pusat maupun daerah,
“diharapkan perbaikan infrastruktur pendidikan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Bangkalan,” pungkas Ali Yusri.
(Azis).











