FKPB Desak Pemerintah Pusat Turun Langsung Ke Petani Tembakau di Madura, Kalau di Perlukan Buatkan Otonomi Khusus Tembakau di Madura 

BANGKALAN || timesmerahputih.com-Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) mendesak Pemerintah Pusat untuk turun tangan dan hadir secara komprehensif dalam menata ekosistem tata niaga tembakau di Madura.

Taufik Nurhidayat Ketua (FKPB) menegaskan bahwa penanganan persoalan tembakau harus menyentuh akar masalah, perlindungan terhadap para petani tembakau lokal, kesejahteraan petani lokal, Madura khususnya
Ia menilai jika pendekatan representatif dan represif aparat lapangan terkesan sepihak jika tidak disertai solusi nyata atas anjloknya harga jual tembakau di tingkat petani.
Gejala dari ekonomi kerakyatan yang terdesak akibat kebijakan harga dan regulasi tembakau yang belum berpihak pada tingkat bawah, maka perlunya pemerintah hadir langsung pada petani tembakau agar supaya tidak ada yang di rugikan, kalau diperlukan dibuatkan otonomi khusus tembakau di pulau Madura, tegasnya
Taufik yang juga mantan pengurus HMI Badko Jawa Timur menyampaikan beberapa poin tuntutan utama agar menjadi perhatian serius Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian, dan kementerian terkait lainnya:
1 – Kehadiran Solutif Pemerintah: Pemerintah Pusat tidak boleh hanya hadir dengan tindakan penindakan pabean/hukum, tetapi wajib menjamin stabilitas harga patokan tembakau di tingkat petani saat musim panen.
2 – Evaluasi Kebijakan Cukai: Meminta pemerintah mengkaji ulang penetapan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) yang dinilai memberatkan industri kecil-menengah serta mendorong persaingan tidak sehat
3 – Pemanfaatan DBH-CHT yang Tepat Sasaran: Menuntut pengalokasian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) agar difokuskan langsung pada subsidi pupuk, modernisasi alat pertanian, dan jaminan perlindungan harga bagi para petani Madura.
4 – Legalisasi dan Pembinaan UMKM Rokok: Mendorong pemerintah memberikan kemudahan legalitas dan pembinaan ketimbang pola pemandulan industri tempatan, agar UMKM rokok lokal dapat berkembang secara resmi dan menyerap hasil panen petani setempat.
FKPB menegaskan jika Pemerintah Pusat hanya berfokus pada pemberantasan rokok tanpa cukai tanpa memikirkan kelangsungan hidup petani tembakau, maka ketimpangan ekonomi di Madura akan semakin meruncing.
Mereka mengancam akan membawa massa lebih besar untuk menyuarakan aspirasi petani ke tingkat provinsi maupun nasional jika tuntutan tersebut diabaikan.
(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

FKPB UPDATE GELAR DISKUSI PENDIDIKAN, BAHAS MASA DEPAN SEKOLAH DI KABUPATEN BANGKALAN

BANGKALAN || timesmerahputih - Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) bersama media dan komunitas Tanah Merah Update akan menggelar diskusi publik ...

FKPB Desak Pemerintah Pusat Turun Langsung Ke Petani Tembakau di Madura, Kalau di Perlukan Buatkan Otonomi Khusus Tembakau di Madura 

BANGKALAN || timesmerahputih.com-Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) mendesak Pemerintah Pusat untuk turun tangan dan hadir secara komprehensif dalam menata ekosistem ...

KEPALA BNN RI RAIH PENGHARGAAN TOKOH ANTI NARKOBA 2026

Jakarta -Times Merah putih.com//Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, meraih penghargaan sebagai Tokoh Anti Narkoba 2026 dalam ajang Appreciation Night ...

Unit Tipikor Polres Bangkalan dan Inspektorat Dikabarkan Turun ke Lokasi Dugaan Kasus PIP SMP Ujung Baru

BANGKALAN || timesmerahputih.co— Penanganan dugaan penyimpangan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMP Pelayaran Ujung Baru, Desa Baengas, Kecamatan Labang, ...

KASIHUMAS POLRES BANGKALAN UNGKAP KRONOLOGI PENANGKAPAN PELAKU CURANMOR DI KECAMATAN BLEGA

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Unit Reskrim Polsek Blega Polres Bangkalan berhasil mengamankan seorang pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor roda dua ...

Keluarga H. Hamim Thohari Gelar Pengajian dan Doa Bersama, Undang 50 Anak Yatim

Banyuwangi —Times merah putih.com//12 September 2026, Keluarga Bapak H. Hamim Thohari menggelar acara pengajian, tahlil, dan doa bersama dengan mengundang ...
error: Content is protected !!