SURABAYA – Kepedulian terhadap tumbuh kembang anak tidak selalu harus hadir dalam ruang-ruang besar. Terkadang, ia dimulai dari sebuah kunjungan sederhana, mengetuk pintu rumah warga, menyapa orang tua, melihat kondisi anak, lalu mendengarkan apa yang mereka butuhkan.
Semangat itulah yang dibawa Polsek Gubeng melalui JUPE (Jumat Peduli). Pada Jumat, 18 September 2026, kegiatan sosial tersebut menyasar delapan rumah balita yang terdata mengalami maupun terindikasi stunting di wilayah Kelurahan Barata Jaya, Pucang Sewu, dan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya.
Kapolsek Gubeng AKP Sugarda Aditya Buwana Trenggoro, S.T.K., M.H., bersama unsur Kecamatan Gubeng, dokter Puskesmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Kader Surabaya Hebat, turun langsung menyambangi warga dari rumah ke rumah.
Bagi keluarga yang didatangi, kehadiran para petugas bukan semata tentang bantuan yang dibawa. Ada perhatian, komunikasi, dan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai kondisi serta kebutuhan tumbuh kembang buah hati mereka.
Dalam kunjungan tersebut, Polsek Gubeng menyalurkan paket sembako dan susu formula sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi balita. Para orang tua juga memperoleh kesempatan berkonsultasi secara langsung dengan dokter Puskesmas yang turut mendampingi kegiatan.
Pendekatan tersebut membuat JUPE tidak berhenti sebagai kegiatan berbagi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun kesadaran keluarga bahwa pencegahan stunting membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, mulai dari asupan gizi, kesehatan, hingga pemantauan tumbuh kembang anak.
Kapolsek Gubeng AKP Sugarda Aditya Buwana Trenggoro mengatakan, kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan perhatian terhadap tumbuh kembang anak.
“Melalui kegiatan JUPE ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat. Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong para orang tua untuk terus memperhatikan asupan gizi, kesehatan, serta tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan stunting. Polsek Gubeng bersama Kecamatan Gubeng, Puskesmas, TNI, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Kader Surabaya Hebat bergerak bersama, mendekatkan pelayanan sekaligus pendampingan hingga ke lingkungan keluarga.
Sebab, persoalan tumbuh kembang anak tidak cukup diselesaikan hanya dengan intervensi sesaat. Dibutuhkan perhatian, edukasi, pemantauan, serta kepedulian yang terus hadir di tengah keluarga.
Dari satu rumah ke rumah lainnya, pesan yang dibawa pun sederhana: anak-anak membutuhkan perhatian bersama agar dapat tumbuh sehat dan optimal.
JUPE akhirnya bukan sekadar tentang paket bantuan yang diserahkan. Ia menjadi bentuk kehadiran tentang kepedulian yang diwujudkan dengan mendatangi warga, mendengarkan, mendampingi, dan membuka ruang bagi keluarga untuk memperoleh informasi yang tepat.
Melalui semangat kebersamaan tersebut, Polsek Gubeng menegaskan komitmennya untuk turut mendukung upaya pencegahan stunting dan menjaga kualitas tumbuh kembang anak.
Karena di balik setiap balita yang sehat, terdapat harapan besar tentang masa depan.
Dan dari kepedulian yang dimulai hari ini, tumbuh ikhtiar untuk menghadirkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Wwn)










