SURABAYA, 7 Oktober 2026 — Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,72 persen pada triwulan II 2026 menjadi salah satu gambaran menguatnya aktivitas ekonomi di tengah dinamika perubahan global dan domestik. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, tantangan pengelolaan kekayaan justru semakin kompleks. Pertumbuhan aset perlu berjalan beriringan dengan kemampuan membaca risiko, menjaga kesehatan, menetapkan tujuan hidup, serta mempersiapkan keberlanjutan finansial lintas generasi.
Perspektif tersebut menjadi salah satu gagasan yang diangkat Permata Bank melalui Wealth Wisdom 2026 di Surabaya. Memasuki penyelenggaraan ke-12, signature event tahunan tersebut mengusung tema “Finding Balance, Building Resilience” dengan semangat “Growing Together Through Changes”.
Wealth Wisdom 2026 tidak menempatkan kekayaan semata-mata sebagai ukuran besarnya aset, melainkan sebagai bagian dari perjalanan kehidupan yang membutuhkan keseimbangan antara Purpose, Health, dan Wealth.
Direktur Consumer dan Branch Banking Permata Bank, Eddie Sajoga, mengatakan Surabaya merupakan salah satu kota dengan dinamika perdagangan, bisnis, jasa, dan industri yang terus berkembang. Kondisi tersebut membuat kemampuan mengelola kekayaan secara adaptif menjadi semakin penting.
“Melalui Wealth Wisdom, kami ingin mengajak nasabah melihat kekayaan dari perspektif yang lebih utuh, bukan hanya dari bagaimana aset dapat bertumbuh, tetapi juga bagaimana kekayaan dapat mendukung kualitas hidup, keluarga, berbagai fase kehidupan, serta tujuan yang ingin dicapai di masa depan,” ujar Eddie.
*Kekayaan Tidak Berhenti pada Pertumbuhan Aset*
Konsep Wealth Wisdom dibangun di atas enam pilar, yakni Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments.
Enam pilar tersebut menggambarkan pendekatan Permata Bank terhadap pengelolaan kekayaan secara holistik. Kekayaan dipandang tidak hanya berkaitan dengan akumulasi aset, tetapi juga dengan bagaimana seseorang menentukan tujuan hidup, menjaga kesehatan, membangun relasi, berbagi dengan sesama, serta menciptakan pengalaman bermakna bersama keluarga dan orang-orang terdekat.
Perspektif tersebut menjadi relevan ketika perubahan ekonomi, perkembangan teknologi, dinamika pasar, hingga perubahan kebutuhan keluarga berlangsung semakin cepat.
Dalam sesi “Living With Purpose Through Changes”, jurnalis senior Andy F. Noya mengajak peserta merefleksikan kembali arti tujuan hidup di tengah perubahan.
Perubahan tidak ditempatkan semata sebagai tekanan yang harus dihadapi, melainkan sebagai bagian dari perjalanan untuk terus bertumbuh. Dengan tujuan yang jelas, keputusan dalam kehidupan maupun pengelolaan kekayaan dapat diarahkan agar tetap selaras dengan nilai dan prioritas yang ingin dicapai.
Sementara itu, aspek kesehatan menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan melalui sesi “Healthy Body, Resilient Mind” bersama binaragawan natural profesional Ade Rai dan Dr. dr. Jajang Sinardja, Sp. JP(K), Konsultan Kardiologi dan Kardiologi Intervensi.
Kesehatan ditempatkan sebagai fondasi yang memungkinkan seseorang tetap produktif, mampu mengambil keputusan, berkarya, sekaligus menikmati hasil dari perjalanan yang telah dibangun.
Dengan demikian, membangun ketangguhan tidak hanya berbicara mengenai kesiapan finansial. Ketahanan fisik dan mental menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kemampuan seseorang mempertahankan kualitas hidup dalam jangka panjang.
*Membaca Pasar, Mengukur Risiko, Menyiapkan Masa Depan*
Dimensi finansial kemudian diperdalam melalui sesi “Reading the Market, Building the Future” bersama edukator finansial Gema Goeyardi dan Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Eri Kusnadi.
Keduanya membahas pentingnya memahami perkembangan pasar, mengidentifikasi peluang sekaligus risiko, serta menyesuaikan strategi pengelolaan portofolio dengan kebutuhan dan tujuan finansial jangka panjang.
Pesan yang dibangun menjadi semakin relevan di tengah lingkungan investasi yang terus berubah. Keputusan finansial tidak cukup hanya didasarkan pada peluang pertumbuhan, tetapi juga perlu mempertimbangkan profil risiko, horizon investasi, kebutuhan likuiditas, serta tujuan yang hendak dicapai.
Pada titik inilah konsep “Finding Balance, Building Resilience” menemukan relevansinya.
Tujuan memberikan arah. Kesehatan memberikan fondasi. Sementara kesiapan finansial memberikan ruang bagi seseorang untuk menghadapi perubahan dan tetap menjaga keberlanjutan rencana kehidupannya.
*Menyiapkan Generasi Berikutnya*
Semangat “Growing Together Through Changes” juga diwujudkan Permata Bank melalui pendekatan wealth management yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan nasabah saat ini, tetapi juga kesiapan generasi berikutnya.
Salah satunya melalui Permata Masa Depan. Putra-putri nasabah Private dan Priority berusia 15–25 tahun berkesempatan mengikuti Future Leaders Journey Shanghai 2026.
Program tersebut memberikan pengalaman edukatif melalui kunjungan ke Fudan University, Shanghai Normal University, Xi’an Jiaotong-Liverpool University, Alibaba Company, serta Bangkok Bank di Shanghai.
Pengalaman tersebut diarahkan untuk memperluas wawasan generasi muda mengenai lingkungan global, bisnis, pendidikan, serta kepemimpinan.
Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan kekayaan tidak berhenti pada bagaimana aset dipertahankan atau dikembangkan oleh satu generasi, tetapi juga bagaimana nilai, pengetahuan, dan kesiapan menghadapi masa depan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
*Digitalisasi dengan Tetap Mempertahankan Pendampingan Personal*
Di sisi transaksi investasi, Permata Bank turut memperkenalkan Digital Transaction Assistance (DiTA), layanan investasi berbasis hybrid yang menggabungkan otorisasi digital langsung oleh nasabah dengan pendampingan Relationship Manager.
Model tersebut memberikan fleksibilitas dalam melakukan transaksi sekaligus mempertahankan akses terhadap pendampingan personal.
Pendekatan hybrid ini mencerminkan perubahan perilaku nasabah yang semakin membutuhkan kecepatan dan kemudahan digital, namun pada saat yang sama tetap membutuhkan perspektif profesional ketika mengambil keputusan finansial yang memiliki konsekuensi jangka panjang.
Pengalaman Wealth Wisdom 2026 di Surabaya turut dilengkapi Wealth Bazaar, yang memberikan ruang bagi nasabah untuk mengenal lebih dekat berbagai layanan dan inisiatif Permata Bank.
Bagi Permata Bank, Wealth Wisdom bukan semata forum berbagi pengetahuan mengenai finansial. Forum tersebut menjadi ruang dialog untuk memahami perubahan kebutuhan nasabah sekaligus memperkuat hubungan antara bank, nasabah, dan keluarga.
“Wealth Wisdom bagi kami bukan hanya ruang untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga kesempatan untuk semakin dekat dengan nasabah, memahami kebutuhan mereka, dan bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan yang mereka hadapi,” kata Eddie.
Menurutnya, melalui semangat “Growing Together Through Changes”, Permata Bank ingin terus hadir sebagai mitra yang mendampingi nasabah dan keluarga dalam berbagai tahapan perjalanan kehidupan dan pengelolaan kekayaan.
Surabaya menjadi kota keenam dalam rangkaian Wealth Wisdom 2026 setelah Semarang, Makassar, Bali, Medan, dan Bandung. Rangkaian signature event tahunan tersebut berlangsung di tujuh kota pada periode 21 Agustus hingga 22 Oktober 2026, sebelum ditutup di Jakarta.
Di tengah pertumbuhan ekonomi dan perubahan lingkungan bisnis yang terus bergerak, Wealth Wisdom 2026 membawa pesan bahwa membangun kekayaan bukan semata persoalan mengejar pertumbuhan. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan menjaga keseimbangan, mengukur risiko, mempertahankan kesehatan, memperkuat hubungan, serta memastikan apa yang dibangun hari ini tetap memiliki arti bagi kehidupan dan generasi yang akan datang. (Wwn)











