BANGKALAN || timesmerahputih.com- Semangat petani jagung di Kabupaten Bangkalan patut diapresiasi. Kelompok Tani (Poktan) Ngarokse Tane I di Desa Lobuk, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan berhasil melakukan Panen Jagung Varietas Maxxi dengan hasil yang sangat maksimal, Jumat (30/10/2026) pukul 09.30 WIB.
Kegiatan panen tersebut dihadiri langsung oleh jajaran Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Kabupaten Bangkalan bersama penyuluh pertanian lapangan dan para petani setempat.
Kehadiran DP2KP menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam mengawal produktivitas pertanian jagung serta memastikan program ketahanan pangan di Kabupaten Bangkalan berjalan optimal.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Kabupaten Bangkalan, Dr. C. Henry Kusumas Karyadinata, S.Pt., M.E melalui Pengawas Benih Tanaman Ahli Muda, Yenny Wulandari, S.P, menyampaikan kesannya yang luar biasa atas capaian para petani.
“Kesannya luar biasa karena petani sudah bersemangat untuk tanam di lahan seluas 5 hektar dengan hasil yang maksimal yaitu hasil ubinan 7,1 kg dengan produktivitas 11,36 ton/ha, hanya dengan pemupukan 1 kali,” ungkap Yenny.
Capaian produktivitas 11,36 ton per hektare dengan hanya satu kali pemupukan menjadi bukti bahwa potensi pertanian jagung di Bangkalan sangat menjanjikan. Lahan seluas 5 hektar yang dikelola Poktan Ngarokse Tane I mampu memberikan hasil optimal berkat semangat dan ketekunan petani dalam menerapkan teknik budidaya yang baik.
Lebih lanjut, pihaknya berpesan kepada seluruh petani di Kabupaten Bangkalan untuk terus semangat dalam menanam jagung. Menurutnya, keberhasilan panen jagung Maxxi di lahan 5 hektar milik Poktan Ngarokse Tane I dengan produktivitas mencapai 11,36 ton per hektare hanya dengan satu kali pemupukan, harus menjadi motivasi dan contoh bagi kelompok tani lainnya di Bangkalan.
Ia berharap para petani tidak ragu untuk terus mengembangkan komoditas jagung dan berani memperluas lahan tanam, karena potensi pasar dan dukungan pemerintah daerah terus meningkat demi mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.
(Azis).











