BANGKALAN, MADURA – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bangkalan, Ir. Iskandar Ahadiyat, MM, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026. Ia mengajak para santri untuk terus berkontribusi dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Menurut Iskandar, Hari Santri Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengenang dan meneladani perjuangan para ulama serta santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Selamat Hari Santri Nasional 2026. Semoga semangat perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian para santri terus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga persatuan, memperkuat kemandirian, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” ujar Iskandar, Rabu (21/10/2026).
Ia menilai, Bangkalan sebagai bagian dari Madura memiliki tradisi pesantren yang kuat. Keberadaan pesantren selama ini menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, menjaga nilai-nilai moral, serta menumbuhkan semangat kebersamaan.
Namun, menurutnya, tantangan zaman menuntut santri untuk terus mengembangkan kemampuan, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam ilmu pengetahuan, teknologi, kewirausahaan, dan berbagai sektor produktif.
“Santri memiliki peluang besar untuk menjadi agen perubahan. Dengan bekal ilmu agama, karakter, dan keterampilan yang memadai, santri dapat mengambil bagian dalam mendorong kemajuan daerah,” katanya.
Dorong Santri Berwirausaha di Bidang Peternakan
Dalam lingkup tugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bangkalan, Iskandar juga membuka peluang sinergi dengan pondok pesantren untuk mendorong pengembangan keterampilan dan kewirausahaan di bidang peternakan.
Menurut dia, sektor peternakan memiliki potensi untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha produktif bagi masyarakat, termasuk kalangan santri.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi santri untuk mengenal budidaya ternak, pengelolaan usaha peternakan, serta pentingnya menjaga kesehatan hewan sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
“Pesantren memiliki potensi besar dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Kami berharap ke depan dapat terjalin kolaborasi yang memberikan manfaat nyata, khususnya dalam pengembangan keterampilan dan usaha peternakan yang produktif,” ujarnya.
Iskandar menegaskan, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk ulama, pesantren, pemerintah, dan generasi muda. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
Menutup pernyataannya, ia mengajak masyarakat Bangkalan menjadikan Hari Santri Nasional sebagai momentum memperkuat persaudaraan, semangat gotong royong, dan kepedulian terhadap masa depan daerah.
“Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026. Mari bersatu membela negeri, memperkuat kemandirian, dan bersama-sama menyongsong masa depan Bangkalan yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.
(Taufik).











