BANYUWANGI, TIMES MERAH PUTIH.COM – Pondok Pesantren Salafiyah Al Bashoriyah yang berada di Dusun Gumuk Agung, Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada Rabu malam, 21 Oktober 2026, menjelang peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Bashoriyah, Kiai Bashori Ali, memberikan edukasi dan arahan kepada para santri putra maupun putri agar mengikuti kegiatan peringatan Hari Santri Nasional dengan penuh semangat, kebersamaan, serta menanamkan rasa cinta terhadap agama, bangsa, dan negara.
Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Tema tersebut menjadi pengingat pentingnya peran santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat persatuan, serta berkontribusi dalam membangun masa depan bangsa.
Dalam kegiatan tersebut, para santri Pondok Pesantren Salafiyah Al Bashoriyah tampil memukau dengan busana yang menarik dan penuh kreativitas. Para santri putri mengenakan pakaian putih dengan kerudung berwarna hijau tua yang dihiasi bunga sehingga terlihat semakin anggun. Mereka juga membawa berbagai hiasan berwarna-warni yang menambah semarak suasana peringatan.
Sementara itu, para santri putra tampil kompak mengenakan baju putih, sarung berwarna hijau, dan songkok hitam. Mereka turut membawa perlengkapan untuk pertunjukan obor yang menjadi bagian dari kemeriahan kegiatan di sepanjang jalan permukiman warga.
Penampilan para santri putra dan putri tersebut mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Desa Gintangan. Antusiasme warga terlihat saat menyaksikan para santri berjalan bersama dengan penuh semangat dan menampilkan kreativitas mereka dalam menyambut Hari Santri Nasional.
“Bu Yati, salah seorang warga Desa Gintangan, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas antusiasme masyarakat dalam mendukung peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.
“Saya sangat bersyukur melihat antusiasme masyarakat Desa Gintangan dalam menyambut Hari Santri Nasional. Saya juga bangga sekali melihat penampilan para santri Pondok Pesantren Salafiyah Al Bashoriyah dari Dusun Gumuk Agung. Mulai dari pakaian santri putra dan putri yang unik hingga senyum mereka saat berjalan di tengah kampung, semuanya terlihat kompak dan penuh semangat,” ungkap Bu Yati.
Ia berharap para santri, khususnya yang berada di Desa Gintangan, terus meningkatkan semangat belajar, memperkuat akhlak, serta menjadi generasi penerus bangsa yang berilmu dan berkarakter.
Peringatan Hari Santri Nasional ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pondok pesantren dan masyarakat. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan Pondok Pesantren Salafiyah Al Bashoriyah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga tradisi keagamaan sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
Dengan semangat Hari Santri Nasional 2026, para santri diharapkan mampu menjadi generasi yang berakhlak mulia, berilmu, berdaya saing, dan siap berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas.
Media Times Merah Putih.com
Redaksi ( NURSALIM )











