BANYUWANGI – MTsN 7 Banyuwangi menggelar Workshop Jurnalistik dan Penyusunan Buku Ber-ISBN untuk meningkatkan kemampuan menulis serta membangun budaya literasi di kalangan pendidik.
Kepala MTsN 7 Banyuwangi, Sri Endah Zulaikahtul Kharimah, menekankan bahwa literasi tidak sebatas membaca tulisan, tetapi juga memahami alam dan lingkungan. Ia mengaitkan pentingnya membaca dengan wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW, yakni perintah iqra.
Narasumber H. Syafaat, S.H., M.H.I., Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, membekali peserta dengan materi jurnalistik, penulisan berita, opini, serta teknik menyusun buku ajar. Ia mendorong guru mendokumentasikan materi pembelajaran menjadi buku agar dapat dimanfaatkan siswa sebagai sumber belajar.
Syafaat juga menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam penulisan. Menurutnya, AI dapat membantu proses kreatif, tetapi manusia tetap harus mampu mengarahkan, memeriksa, dan mempertanggungjawabkan hasilnya.
“Guru harus memahami tujuan tulisannya. AI hanyalah alat bantu, sedangkan kendali dan tanggung jawab tetap berada di tangan manusia,” tegasnya.
Sementara itu, Yusuf Khoiri, S.STP., dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi, menyampaikan materi tentang penerbitan buku cetak maupun digital. Peserta juga diperkenalkan dengan teknik tata letak, desain sampul, pemformatan naskah, serta prosedur pengajuan ISBN.











