BANGKALAN || timesmerahputih.com- Aruf Kenzo melontarkan pesan tegas kepada para pejabat yang bertugas di Kabupaten Bangkalan. Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang konsisten, bukan komunikasi yang baru dicari ketika persoalan sudah mencuat ke ruang publik.
Dalam pernyataannya, Aruf Kenzo menegaskan bahwa komunikasi harus dibangun secara konsisten, bukan baru dicari ketika ada masalah.
“Jangan salah memahami sikap saya. Saya bukan orang yang bisa begitu saja diajak bekerja sama hanya karena kalian sedang menghadapi persoalan atau membutuhkan sesuatu,” tegasnya, Jum’at (06/11/2026).
Ia menilai sangat ironis ketika selama ini komunikasi tidak pernah dibangun dengan baik, respons sulit didapat, bahkan sikap saling menghargai seolah tidak menjadi prioritas. Namun ketika persoalan mulai mencuat ke ruang publik, tiba-tiba ajakan kerja sama menjadi mudah.
Aruf Kenzo mengingatkan agar komunikasi tidak dijadikan sebagai alat pemadam ketika persoalan mulai terungkap. Ia juga menegaskan agar tidak menganggap setiap persoalan bisa diselesaikan dengan pendekatan tertentu, apalagi dengan penawaran angka.
“Jangan jadikan komunikasi sebagai alat pemadam ketika persoalan mulai terungkap. Jangan pula menganggap setiap persoalan bisa diselesaikan dengan pendekatan tertentu, apalagi dengan penawaran angka, Maaf, Tidak Sesederhana Itu, Bro!” ujarnya.
Menurutnya, tidak semua orang bisa dibungkam dengan angka. Ada hal yang jauh lebih penting daripada uang, yaitu penghargaan, integritas, konsistensi, dan sikap saling menghormati.
Aruf Kenzo memastikan akan terus menyuarakan persoalan yang memang layak diketahui masyarakat. Ia menegaskan kepentingan publik tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan pribadi.
“Tunggu saja konten-konten berikutnya di ruang publik. Saya akan terus menyuarakan persoalan yang memang layak diketahui masyarakat. Bagi saya, kepentingan publik tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan pribadi,” pungkasnya.
Ia pun menutup pernyataannya dengan pesan penting, “Ingat! Jangan hanya mencari komunikasi ketika sedang terdesak. Bangunlah komunikasi sebelum persoalan terjadi.”pungkasnya.
(Azis).











