Banyuwangi-Times Merah Putih.com//
Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Kabupaten Banyuwangi tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Pada Senin, 2 Februari 2026, sebuah buku antologi pantigraf karya siswa madrasah diserahkan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi sebagai wujud nyata gerakan literasi.
Buku berjudul Adikku yang Hilang Itu Bernama Vieux Carré memuat 180 pantigraf karya siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Banyuwangi. Melalui cerita-cerita sangat pendek ini, para siswa menuangkan gagasan, pengalaman, serta imajinasi mereka dalam bentuk tulisan yang ringkas namun bermakna.
Antologi tersebut merupakan hasil pelatihan penulisan pantigraf yang diselenggarakan oleh Lentera Sastra Banyuwangi dengan ketuanya, Syafaat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong budaya membaca dan menulis di lingkungan madrasah, sekaligus memberikan ruang ekspresi kreatif bagi peserta didik.
Penyerahan buku dilakukan oleh Ketua Panitia HAB Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Fathurrahman, dan diterima langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat.
Syafaat menjelaskan bahwa antologi ini menjadi penanda penting dalam peringatan HAB ke-80 karena menghadirkan karya konkret hasil pembelajaran literasi. Ia juga menyebutkan bahwa buku tersebut dilengkapi epilog dari penggagas pantigraf Indonesia, Dr. Tengsoe Tjahjono Cahyono, sebagai bentuk apresiasi dan penguatan terhadap karya siswa.
Sementara itu, Dr. Chaironi Hidayat menyampaikan apresiasi atas inisiatif Lentera Sastra Banyuwangi yang telah memfasilitasi kreativitas siswa melalui sastra. Menurutnya, kegiatan literasi seperti ini selaras dengan tujuan pendidikan madrasah yang menekankan keseimbangan antara prestasi akademik dan penguatan karakter.
Antologi pantigraf ini diterbitkan melalui kerja sama antara Lentera Sastra Banyuwangi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, dan Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyuwangi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi madrasah di Banyuwangi.
Melalui penyerahan buku ini, peringatan Hari Amal Bhakti ke-80 Kementerian Agama di Banyuwangi tidak hanya meninggalkan jejak seremoni, tetapi juga menghadirkan karya tulis yang dapat dibaca, dipelajari, dan diapresiasi oleh masyarakat luas.
Ketua Panitia HAB, Fathurrahman, berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan pada peringatan HAB di tahun-tahun mendatang sebagai bentuk nyata penguatan literasi di lingkungan madrasah.
Reporter ( NURSALIM )














