Apreasasi Amankan 12 Ekscavator Backingan TNI, Polda Harus Tindak Termasuk Yang Dipayunginya

MADINA-Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Polda Sumut), Senin (03/3/2026), mengamankan 2 unit ekskavator tambang ilegal (PETI) di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal.

Sementara itu, selain apresiasi tokoh dari Mandailing Natal. Juga muncul anggapan tindakan kepolisian masih tebang pilih dan belum dengan prinsip penegakan hukum.

Ketua Ikatan Pemuda Mandailing, Tan Gozali Nasution, bahkan menduga penindakan ini masih berunsur kepentingan kelompok. Dan tidak komprehensif dalam menuntaskan persoalan tambang ilegal di seluruh wilayah Mandailing Natal.

Tan memaparkan beberapa titik yang masih banyak terdapat tambang ilegal dengan alat berat. Di antaranya, Muara Batang Gadis 40 an, Lingga Bayu 30 an, Batang Natal 40 an, Ranto Baek 10 an ekscavator PETI , dan Kotanopan.

“Semua ini dipayungi aparat. Termasuk Kepolisian dan TNI juga. Kami ingin semua ini ditindak, demi menjaga kelestarian lingkungan di tengah kondisi kita yang rentan terhadap bencana alam,” ungkapnya.

Tan punya catatan keterlibatan aparat ini. Di antara titik-titik pertambangan ini bahkan langsung disetor ke markas aparat tersebut.

“Di Linggabayu 30 an dan Ranto Baek 10 an itu langsung setor ke orang kantor yang punya wilayah hukum. Nah, ini harusnya jadi perhatian jika memang serius menindak tambang beko ini,” ungkapnya.

“Kemudian Ulu Pungkut Ada 5 Beko, di Kotanopan itu sangat-sangat jelas terlihat, ada 20-an beko yang beroperasi, Setorannya itu termasuk ke orang mereka juga si BP,” tambahnya.

Tan kemudian mengaitkannya pada efek sosial dari pertambangan ini. Menurutnya, daerah-daerah penghasil emas ini sangat rentan dan marak peredaran narkoba, belum lagi bencana alam yang akan mengancam kedepan.

“Dan kami duga kenapa begitu marak narkoba di daerah ini karena aparat juga terlibat dalam peredarannya” jelasnya.

Terakhir, Tan Gozali berharap PETI dengan alat berat ini harus ditindak secara menyeluruh karena tidak berdampak luas pada perekonomian warga. Di samping itu, sangat merusak bagi kehidupan sosial masyarakat dan lingkungan.
(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

2.000 Peserta Hadiri Kopdar Layang-Layang se-Madura, P3 Muda Jatim Sukses Gelar Pendidikan Politik di Bangkalan

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Suasana meriah menyelimuti Desa Ko'ol, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Sebanyak 2.000 peserta tumpah ruah menghadiri ...

Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Polresta Banyuwangi Bersama Bapanas RI Cek Stok dan Harga Beras di Kabupaten Banyuwangi 

Banyuwangi - Timesmerahputih.com | Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Polresta Banyuwangi bersama Badan Pangan Nasional ...

GANDRUNG, KREATIVITAS, DAN MASA DEPAN: SEBUAH IKHTIAR MAKI JATIM MEWARISKAN IDENTITAS BUDAYA KEPADA GENERASI EMAS BANYUWANGI

BANYUWANGI, 30 Oktober 2026 – Di tengah kemeriahan gelaran The Biggest Culture of Jatim with UKM/UMKM & Ekraf Fiesta 2026 ...

Hasil Maksimal! Panen Jagung Maxxi di Burneh Bangkalan Tembus 11,36 Ton Per Hektare dengan Pupuk Sekali

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Semangat petani jagung di Kabupaten Bangkalan patut diapresiasi. Kelompok Tani (Poktan) Ngarokse Tane I di Desa Lobuk, ...

Heru Satriyo Buka Kegiatan The Biggest Culture of Jatim Bersama MAKI Jatim, Pancoran Grup Perkuat Sinergi Sosial

BANYUWANGI – Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur, Heru Satriyo, membuka kegiatan kebersamaan The Biggest Culture of Jatim ...

Jaga Kamtibmas Kondusif, Sat Samapta Polres Bangkalan Gelar Patroli Dialogis di Kawasan Kampus UTM

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Sat Samapta Polres Bangkalan ...
error: Content is protected !!