Banyuwangi – Aktivitas proyek galian yang diduga untuk pemasangan pipa air di Jalan Raden Wijaya No. 77, Lingkungan Klucing, Kelurahan Giri, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, menuai sorotan dari masyarakat setempat.
Pantauan di lokasi pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB menunjukkan adanya penggalian badan jalan secara memanjang. Material tanah hasil galian tampak menumpuk di sisi jalan dan sebagian belum dirapikan, sehingga mengganggu akses warga serta berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Sejumlah warga mengaku tidak mengetahui secara pasti proyek yang sedang dikerjakan. Pasalnya, di lokasi tidak ditemukan papan informasi proyek yang biasanya memuat keterangan terkait kegiatan tersebut.
Indra Sugiyanto, perwakilan masyarakat, mengatakan ketiadaan papan proyek membuat warga bertanya-tanya mengenai legalitas pekerjaan tersebut.
“Kami tidak tahu ini proyek apa, karena tidak ada papan informasi. Biasanya kan ada penjelasan terkait kegiatan, pelaksana, dan sumber anggarannya,” ujar Indra, Selasa (31/3).
Menurut dia, kondisi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat, terlebih aktivitas galian dilakukan di jalan lingkungan yang cukup padat dilalui warga.
Berdasarkan keterangan sejumlah pekerja di lapangan, proyek tersebut disebut berkaitan dengan pemasangan pipa air yang diduga merupakan bagian dari kegiatan PDAM Banyuwangi. Nama H. Saipul juga sempat disebut dalam percakapan di lokasi.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak PDAM Banyuwangi terkait status maupun detail pekerjaan tersebut.
Warga berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Kami hanya ingin ada kejelasan, supaya masyarakat juga merasa aman dan tidak terganggu,” kata Indra.
Selain itu, warga juga berharap proses pekerjaan memperhatikan keselamatan lingkungan sekitar, termasuk merapikan kembali hasil galian agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai proyek tersebut. Warga menantikan klarifikasi serta langkah penanganan agar aktivitas pembangunan tetap berjalan sesuai ketentuan dan tidak merugikan masyarakat.(Reza)











