Kasus WNA Rusia di Boom Banyuwangi, Panitia Bersama Camat dan Lurah Sambangi Korban

Banyuwangi – Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan warga negara asing (WNA) asal Rusia di kawasan Gebyar Boom, Banyuwangi, terus menjadi perhatian. Korban yang mengalami luka akibat insiden tersebut kini mendapat perhatian dari panitia dan pemerintah setempat.

Peristiwa terjadi pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 08.50 WIB di pos operator sound system saat persiapan acara Gebyar Lebaran berlangsung.

Korban berinisial SHN (56), warga Kelurahan Kepatihan, saat itu tengah melakukan pengecekan peralatan sound system yang disewa warga. Seorang WNA bernama Andrew Yach diduga datang ke lokasi karena merasa terganggu dengan suara, lalu tanpa izin mematikan serta mencabut perangkat amplifier.

Operator sound bernama Didik berupaya mencegah tindakan tersebut agar peralatan tidak rusak, mengingat perangkat tersebut baru saja diperbaiki dengan biaya sekitar Rp10 juta. Namun, situasi justru memanas dan berujung dugaan pemukulan.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar di bagian hidung dan pipi kanan, serta cedera lutut setelah terjatuh saat berusaha melindungi peralatan miliknya.

Sejumlah saksi di lokasi, termasuk petugas keamanan dan panitia kegiatan, sempat melerai kejadian tersebut. Setelah insiden, pelaku diketahui meninggalkan lokasi.

Korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polresta Banyuwangi untuk diproses secara hukum. Hingga saat ini, pihak terkait dari WNA tersebut belum memberikan keterangan resmi.

Panitia dan Pemerintah Setempat Sambangi Korban

Sebagai bentuk kepedulian, pada Kamis (2/4/2026), panitia Gebyar Boom bersama Camat Banyuwangi, Andik, dan Lurah setempat, Ahmad Saiho, mendatangi rumah korban.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan memberikan dukungan moral sekaligus bantuan sembako kepada korban.

Camat Banyuwangi, Andik, menyampaikan bahwa pihaknya prihatin atas kejadian yang menimpa korban dan berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik melalui jalur hukum.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Pemerintah hadir untuk memberikan dukungan kepada korban. Kami berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara baik dan sesuai dengan hukum yang berlaku, serta tidak mengganggu kondusivitas wilayah,” ujar Andik.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan saling menghormati di tengah masyarakat, terlebih dalam momentum perayaan Idul Fitri.

“Kami mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tetap menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif,” tambahnya.

Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian bersama agar tidak terulang, sekaligus menjaga suasana kebersamaan dan keamanan di Banyuwangi.(Rez)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Heru Satriyo Buka Kegiatan The Biggest Culture of Jatim Bersama MAKI Jatim, Pancoran Grup Perkuat Sinergi Sosial

BANYUWANGI – Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur, Heru Satriyo, membuka kegiatan kebersamaan The Biggest Culture of Jatim ...

Jaga Kamtibmas Kondusif, Sat Samapta Polres Bangkalan Gelar Patroli Dialogis di Kawasan Kampus UTM

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Sat Samapta Polres Bangkalan ...

Sukonatar Siap Wujudkan Desa Bersinar: Ajak Ratusan Desa di Banyuwangi Bersatu Bentengi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba

BANYUWANGI , -Times Merah putih.com//Gelora pencegahan bahaya narkoba membara di Balai Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, pada Kamis siang, 29 Oktober ...

Ada Apa Dengan Samsat Utara? Tarif Cek Fisik Dipertanyakan, Siapa Yang Menentukan Angka Di Luar Ketentuan?

SURABAYA | — Dugaan ketidaksesuaian tarif dalam pelayanan cek fisik kendaraan di Samsat Utara kini menjadi sorotan. Pertanyaan serius muncul ...

DUA BULAN BEROPERASI, AKHIRNYA TERBONGKAR! Polresta Banyuwangi Sikat Dugaan Mafia Solar Subsidi

BANYUWANGI –Times merah putih.com//Praktik dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi sorotan. Kali ini, Polresta Banyuwangi berhasil membongkar ...

Sinergi HMI dan MUI Bangkalan Bedah Buku Lingkungan: “Keadilan Ekologis Bukan Hadiah Penguasa, Melainkan Hak Hakiki Warga Negara”

Foto: Kegiatan bedah buku lingkungan oleh HMI cabang Bangkalan dan MUI Bangkalan BANGKALAN — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan ...
error: Content is protected !!