Digerebek Warga Malam Hari, Skandal Kades Sukojati Meledak! Ratusan Massa Kepung Balai Desa, Tuntut Mundur

BANYUWANGI – Times Merah putih.com//Senin, 6 April 2026
Dugaan skandal yang melibatkan kepala desa di Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, memicu amarah warga. Ratusan massa turun ke jalan dan menggeruduk kantor desa, Senin (6/4/2026), menuntut kepala desa berinisial U, segera mundur dari jabatannya.

Aksi warga berlangsung dengan membawa sound system dan diwarnai teriakan protes. Mereka menilai tindakan kepala desa telah mencoreng kepercayaan publik.

Berdasarkan hasil penelusuran dan keterangan warga, peristiwa bermula pada Jumat malam (3/4/2026) sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 WIB. Saat itu, kepala desa diduga berada di dalam rumah seorang perempuan berinisial I, yang merupakan tetangganya dan berstatus janda.

Keberadaan kepala desa di dalam rumah tersebut memicu kecurigaan warga. Tak lama kemudian, sejumlah warga mendatangi lokasi dan memergoki yang bersangkutan berada di dalam rumah, hingga akhirnya diamankan.

Insiden ini kemudian menyebar cepat di tengah masyarakat dan memicu gelombang protes yang memuncak hari ini.

Dalam forum klarifikasi di balai desa, kepala desa akhirnya angkat bicara. Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan warga.

“Saya memohon maaf atas kegaduhan ini dan siap bertanggung jawab,” ucapnya.

Tak hanya itu, ia juga menyatakan siap mundur dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab moral. Namun, proses resmi pengunduran diri masih menunggu mekanisme administratif.

Meski demikian, suasana sempat memanas. Warga meluapkan kekecewaan mereka dengan nada tinggi.
Salah satu warga, Aziz, menegaskan bahwa tindakan masyarakat merupakan bentuk koreksi terhadap pemimpin.

“Kalau masyarakat yang salah, kepala desa yang membenahi. Tapi sekarang kepala desa yang salah, jadi masyarakat yang turun untuk membenahi,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terkait langkah lanjutan atas kasus ini.

Warga kini menunggu realisasi pengunduran diri kepala desa secara resmi. Mereka juga mendesak agar ada tindakan tegas dari pihak berwenang demi menjaga marwah pemerintahan desa.

Reporter ( NURSALIM )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

*Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan 23 Ribu Benih Lobster*

BANYUWANGI — Times Merah putih.com//Unit I Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap dan menindak kasus dugaan tindak pidana ...

Kapolres Bangkalan Takziah ke Rumah Duka Istri Kasat Samapta

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H. bersama Ketua Bhayangkari Cabang Bangkalan Ny. Tiffany Wibowo melaksanakan takziah ...

PW FRN DPC Banyuwangi Kecam Keras Dugaan Intimidasi Wartawan, Minta Pelaku Diproses dan Proyek Swakelola Dievaluasi

BANYUWANGI – Times Merah putih.com//Pengurus Wilayah Fast Respon Nusantara (PW FRN) DPC Banyuwangi mengecam keras dugaan intimidasi terhadap wartawan saat ...

DPPKP BANGKALAN GELAR PELATIHAN ROTAVATOR DI BURNEH, LIBATKAN PPL DAN KELOMPOK TANI

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan teknis petani serta operator, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan ...

KONDISI EKONOMI SULIT, FORUM PEMUDA BANGKALAN DESAK PEJABAT HADIRKAN PROGRAM NYATA

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Kondisi perekonomian warga Bangkalan yang masih terpuruk menjadi sorotan Forum Pemuda Bangkalan. Organisasi kepemudaan ini mendesak ...

PEMKAB BANGKALAN KEBUT BANGUN SEKOLAH RAKYAT DI GEGER, TARGET DIGUNAKAN 2027

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com– Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus mempercepat realisasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Kaktol Barat, Kecamatan ...
error: Content is protected !!