Banyuwangi , 13 April 2026. Persoalan LPG 3 kg bersubsidi belum tuntas, masyarakat dihebohkan persoalan ini sejak sepekan menjelang Lebaran Idul Fitri beberapa minggu yang lalu hingga kini belum tuntas normal sepenuhnya.
Hal tersebut seperti yang dikeluhkan oleh salah seorang warga ‘Soebardjo’ duda 80 tahun warga RT.01/RW.03 dusun Curah Palung , Kradenan yang mengaku kesulitan meski hanya untuk mendapat 1 tabung LPG 3 kg saja untuk kebutuhan memasak demi memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, karena tidak satu orangpun yang tinggal serumah dengannya.
Meski disamping pagar rumahnya ada sebuah toko klontong yang menjual LPG 3 kg, namun menurutnya belum tentu ada stok, ujar Bardjo.
Keluhan juga datang dari toko toko pengecer yang biasa menjual LPG 3 kg bersubsidi yakni , Toko Nirwana milik Suharini warga RT.05/RW.06 dusun Curah Pecah Ds.Purwoharjo Kec.Purwoharjo .
Menurut Suharini yang biasa mendapat pasokan sebanyak 15 tabung melon 3 kg dari Pangkalan milik Saiful yang berlokasi dibelakang Masjid Baitur Rohim Purwoharjo ini, mengaku sejak menjelang Idul Fitri hingga sekarang sudah tidak ada kiriman untuk dijual ke pelanggan tokonya. 
Lebih lanjut Suharini ungkapkan ke awak media, bahwa dirinya mengeluhkan tentang Segel tabung yang seringkali hilang segel plastiknya,bahkan tidak jarang segel dalamnya pun sudah kendor. Hal tersebut tentu dirinya mengindikasi isi tabungnya pun terasa ringan, tegasnya.
Hal serupa ditemukan pula ditoko “Pak Teguh” milik Teguh , warga Curah Pecah dideretan jalan raya yang sama .
Menurutnya , pasokan LPG 3 kg yang biasa di dapat dari Pangkalan yang berasal dari Desa Bulu Rejo ini, biasanya selalu mendapat pasokan penuh sesuai tabung kosong yang dimilikinya yakni 20 tabung, namun sejak Menjelang Idul Fitri hingga saat ini seminggu sekali hanya menerima pasokan 5 tabung saja,itupun tidak mesti tepat waktu, ungkapnya.
Fakta dilapangan yang terjadi ternyata tidak hanya diwilayah tersebut , kebanyakan warga Kecamatan Srono pun masih banyak ditemukan keluhan keluhan serupa.
Kebanyakan warga mengaku sudah putus asa memikirkan fenomena LPG Melon ini. Dengan penuh harap kebanyakan warga menunggu tindakan tegas dan nyata dari penegak hukum Polresta Banyuwangi yang telah melakukan sidak di SPPBE di wilayah Kec.Rogojampi beberapa waktu lalu yang katanya stok aman, isinya sesuai timbangan, segelnya bagus, namun kenyataan yang ada kok masih seperti ini..keluh mereka dengan raut marah dan putus asa.
Mereka berharap Pemkab Banyuwangi dan jajaran Polresta serta bila perlu Pihak PERTAMINA & DITJEN MIGAS turun periksa dilapangan hususnya diwilayah Kec.Rogojampi hingga wilayah Banyuwangi selatan, pinta mereka dengan penuh harap.
( Al Ashrof )










