Ketua APAM WANGI Tegaskan Isu Penutupan Tambang Tidak Benar, Penertiban Dilakukan untuk Dorong Legalitas dan Tertib Usaha

Banyuwangi –Times merah putih.com//Ketua APAM WANGI sekaligus Ketua SERBUWANGI, M. Vahid Faiq, memberikan klarifikasi tegas terkait isu yang beredar di tengah masyarakat mengenai adanya penutupan aktivitas tambang di Banyuwangi. Ia memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas.

Menurut Vahid, langkah yang saat ini dilakukan bukanlah penutupan tambang, melainkan penertiban terhadap aktivitas pertambangan, khususnya terkait dengan aspek perizinan. Ia menekankan bahwa penertiban ini bertujuan agar para penambang dapat menjalankan usahanya secara legal dan terdata dengan baik.

“Perlu saya luruskan, tidak ada penutupan tambang. Yang ada adalah penertiban agar para penambang mengurus izin. Dengan adanya izin, pengawasan akan lebih mudah dilakukan dan kegiatan tambang bisa berjalan dengan tertib,” ujarnya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui sumber kabar terkait penutupan tambang yang sempat beredar. Bahkan, menurutnya, informasi tersebut justru pertama kali ia dengar dari pertanyaan yang diajukan oleh pihak lain. Oleh karena itu, ia kembali menegaskan bahwa tidak ada kebijakan penutupan tambang di Banyuwangi saat ini.

Lebih lanjut, Vahid mengajak seluruh anggota asosiasi serta para pelaku usaha tambang untuk beretika dalam menjalankan usahanya, termasuk segera mengurus perizinan resmi. Ia menilai bahwa proses perizinan yang jelas, mulai dari administrasi hingga penentuan titik koordinat lokasi tambang, akan memberikan kepastian hukum sekaligus mempermudah pengawasan oleh pemerintah.

“Ketika data perizinan masuk dengan lengkap, termasuk titik koordinatnya, maka pengawasan akan lebih mudah. Ini penting agar aktivitas tambang tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Vahid juga menyinggung dampak ekonomi yang bisa terjadi apabila aktivitas tambang benar-benar dihentikan. Ia menggambarkan kondisi masyarakat kecil yang sangat bergantung pada sektor ini, mulai dari pekerja tambang hingga keluarga mereka.

Ia menyebut, kehadiran para ibu rumah tangga yang sempat menyuarakan kekhawatiran bukanlah rekayasa, melainkan kondisi nyata di lapangan. Banyak keluarga yang menggantungkan penghasilan dari pekerjaan sebagai kuli dan pekerja tambang.

“Kalau aktivitas tambang tidak berjalan, dampaknya besar sekali, terutama bagi masyarakat kecil. Ini bukan sekadar soal pekerjaan, tapi menyangkut kebutuhan hidup sehari-hari,” tegasnya.

Terkait isu yang berkembang dalam forum rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Banyuwangi, Vahid juga memberikan penjelasan mengenai konsep reklamasi tambang. Ia menyampaikan bahwa reklamasi bukan berarti mengembalikan lahan persis seperti kondisi awal, melainkan memanfaatkan lahan pascatambang agar tidak terbengkalai.

Ia mencontohkan, lahan bekas tambang dapat difungsikan menjadi kolam ikan atau kegiatan produktif lainnya. Menurutnya, selama lahan tersebut dimanfaatkan dengan baik, maka hal itu sudah termasuk bentuk reklamasi yang tepat.

“Reklamasi itu adalah pemanfaatan lahan pascatambang agar tetap produktif. Tidak harus selalu kembali menjadi sawah, yang penting tidak terbengkalai dan tetap memberikan manfaat,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kegiatan pertambangan tetap harus memperhatikan aturan, terutama terkait lahan sawah yang dilindungi. Untuk lahan tersebut, menurutnya, aktivitas tambang memang tidak tepat dilakukan.

Sebaliknya, untuk lahan di luar kawasan lindung, Vahid menilai bahwa kegiatan tambang justru dapat memberikan manfaat, termasuk meningkatkan kualitas tanah setelah dilakukan pengolahan kembali.

Di akhir pernyataannya, Vahid kembali menyerukan pentingnya kepatuhan terhadap aturan, termasuk kewajiban membayar pajak bagi seluruh pelaku usaha tambang. Ia juga menekankan bahwa kebutuhan akan material tambang seperti pasir, batu, dan tanah uruk sangat tinggi di Banyuwangi.

“Semua membutuhkan material tambang, mulai dari pemerintah, wakil rakyat, pengusaha, hingga masyarakat umum. Karena itu, mari kita kelola dengan baik, tertib, dan sesuai aturan,” pungkasnya.

Reporter NURSALIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

FKPB Desak Pengelolaan Hasil Migas Madura Diprioritaskan untuk Kesejahteraan Warga Lokal

BANGKALAN || timesmerahputih.com— Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) menyuarakan sikap tegas terkait eksploitasi sumber daya alam di wilayah Pulau Madura ...

PKDI CUP 2026 SUKSES DIGELAR DI BANGKALAN, BUPATI TEKANKAN PENTINGNYA KEBERSAMAAN ANTAR DESA`

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Kabupaten Bangkalan sukses menjadi tuan rumah Grand Final PKDI Cup 2026 yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan ...

KAPOLRES BANGKALAN BERIKAN PENGHARGAAN DAN APRESIASI KEPADA PERSONEL BERPRESTASI SAAT APEL JAM PIMPINAN

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Semangat dan dedikasi personel kembali diapresiasi. Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H. memimpin langsung pelaksanaan Apel Jam ...

Video Lama Dikemas Seolah Peristiwa Baru, MAKI Jatim Ingatkan Bahaya Hoaks dan Provokasi

SURABAYA, 14 September 2026 — Sebuah video lama terkait penggeledahan kantor Gubernur Jawa Timur oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ...

JOKOWI TERUS MONITOR AGUS FLORES! “DIA HEBAT DI DUNIA SHALAWAT, TAK PERNAH LELAH JAGA MARWAH POLRI”

JAKARTA – Times Merah putih.com//Kiprah Ketua Umum Fast Respon (FRN) Agus Flores (AF) dalam membangun kedekatan antara masyarakat dan institusi ...

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Digelar di Markas Ansor Koranseng Dusun Kopan Laban Desa Macan Putih kecamatan kabat 

Banyuwangi, 13 September 2026 —Times merah putih.com//Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar di Markas Ansor Koranseng, Dusun Kopen Laban, Desa ...
error: Content is protected !!