Seblang Bakungan Banyuwangi, Ritual Sakral Kuno yang Pukau Banyak Wisatawan

BANYUWANGI – Masyarakat Osing di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah Banyuwangi, terus melestarikan ritual “Seblang”. Ritual magis berusia ratusan tahun itu menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang mengunjungi Banyuwangi selama libur panjang Idul Adha ini.

Seblang Bakungan merupakan tarian sakral yang dibawakan oleh perempuan paruh baya dalam kondisi trance atau kehilangan kesadaran. Pada tahun ini, Seblang dibawakan oleh Isni yang telah berusia 54 tahun. Ini merupakan kali ketiga bagi dia menjadi Seblang.

Ritual kuno tersebut rutin digelar rutin di bulan Dzulhijah (bulan Haji), tepatnya satu pekan setelah hari raya Idul Adha.

Warga Osing Bakungan mengawali ritual Seblang dengan prosesi kenduri masal di sepanjang jalan Bakungan. Sebelumnya, warga terlebih dahulu sholat magrib dan sholat hajat di masjid setempat sembari memohon untuk keselamatan dan kesejahteraan desa.

Usai menunaikan solat, warga lanjut menggelar parade oncor (obor) yang dibawa berkeliling desa, yang biasa dikenal dikenal dengan ider bumi. Di sepanjang jalan itu, tumpeng dengan menu khas pecel pithik dinikmati bersama beralaskan tikar di bawah temaram cahaya obor.

Puncak ritual ditandai saat penari Seblang, memasuki kondisi trance. Isni terus menari sambil mata terpejam diiringi musik gending seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto. Saat menari, Isni diyakini telah dirasuki roh leluhur.

Tarian magis dan ritual yang mengiringinya menjadi tontonan yang memikat ribuan wisatawan yang hadir di malam itu. Termasuk wisatawan asal Hungaria, Gergo Zalatnai.

“Unik. Penarinya paruh baya, dan sedang kehilangan kesadaran. Sangat tidak lazim, tapi justru ini yang membuat menarik. Saya belum pernah melihat seperti ini di tempat lain,” ujar Gergo Zalatnai.

Hal serupa juga diungkapkan Riski, pengunjung asal Jogjakarta yang mengaku terkesan dengan ritual ini. Riski yang sedang menghabiskan liburnya di Banyuwangi ini mengaku sengaja ingin menonton ritual Seblang Bakungan.

“Terkesan, terasa magisnya. Selain itu saya juga kagum dengan warga di sini yang gotong royong terus menggelar acara ini setiap tahunnya,” ucapnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas keguyuban warga dalam melestarikan tradisi leluhur yang diyakini telah ada sejak 1639 tersebut.

Ia berkomitmen terus mendukung pelestarian Seblang Bakungan sebagai salah satu identitas budaya daerah.

“Tradisi ini bukan sekadar upaya menjaga warisan leluhur, tapi juga memastikan budaya lokal tetap eksis di tengah modernisasi. Ini juga menjadi ajang memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan warga,” urainya.

Di Banyuwangi, tradisi Seblang bisa dijumpai di dua tempat yang menjadi basis suku Osing, yakni Desa Olehsari dan Kelurahan Bakungan di Kecamatan Glagah.

Seblang Bakungan digelar setiap bulan Dzulhijah dan dibawakan oleh penari yang sudah paruh baya. Sementara Seblang Olehsari digelar setelah Idul Fitri dan dibawakan oleh penari yang masih belia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

2.000 Peserta Hadiri Kopdar Layang-Layang se-Madura, P3 Muda Jatim Sukses Gelar Pendidikan Politik di Bangkalan

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Suasana meriah menyelimuti Desa Ko'ol, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Sebanyak 2.000 peserta tumpah ruah menghadiri ...

Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Polresta Banyuwangi Bersama Bapanas RI Cek Stok dan Harga Beras di Kabupaten Banyuwangi 

Banyuwangi - Timesmerahputih.com | Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Polresta Banyuwangi bersama Badan Pangan Nasional ...

GANDRUNG, KREATIVITAS, DAN MASA DEPAN: SEBUAH IKHTIAR MAKI JATIM MEWARISKAN IDENTITAS BUDAYA KEPADA GENERASI EMAS BANYUWANGI

BANYUWANGI, 30 Oktober 2026 – Di tengah kemeriahan gelaran The Biggest Culture of Jatim with UKM/UMKM & Ekraf Fiesta 2026 ...

Hasil Maksimal! Panen Jagung Maxxi di Burneh Bangkalan Tembus 11,36 Ton Per Hektare dengan Pupuk Sekali

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Semangat petani jagung di Kabupaten Bangkalan patut diapresiasi. Kelompok Tani (Poktan) Ngarokse Tane I di Desa Lobuk, ...

Heru Satriyo Buka Kegiatan The Biggest Culture of Jatim Bersama MAKI Jatim, Pancoran Grup Perkuat Sinergi Sosial

BANYUWANGI – Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur, Heru Satriyo, membuka kegiatan kebersamaan The Biggest Culture of Jatim ...

Jaga Kamtibmas Kondusif, Sat Samapta Polres Bangkalan Gelar Patroli Dialogis di Kawasan Kampus UTM

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Sat Samapta Polres Bangkalan ...
error: Content is protected !!