Bangkalan | Times Merah Putih.Com-Perusahan Umum (PERUM) Bulog Bangkalan memberikan klarifikasi terkait keluhan masyarakat mengenai kualitas beras Bantuan Pangan (Bapang) yang ditemukan di sejumlah desa di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan.
Tim Bulog Bangkalan memastikan bahwa beras yang dikeluhkan masyarakat tersebut belum sempat disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan telah lebih dahulu ditarik kembali setelah ditemukan adanya kualitas beras yang dinilai tidak layak untuk didistribusikan.
Menurut keterangan Tim Bulog Bangkalan, beras tersebut masih berada di kantor desa saat dilakukan pengecekan sehingga belum diterima oleh masyarakat penerima manfaat.
“Untuk keluhan Bantuan Pangan beras yang diterima di tiga desa wilayah Kecamatan Tanah Merah, beras tersebut sudah ditarik kembali sebelum disalurkan kepada KPM. Beras masih berada di kantor desa dan belum diterima masyarakat,” ujar Tim Bulog Bangkalan pada media ini Jum’at (05/06) malam menyampaikan klarifikasinya.
Tim Bulog itu juga memastikan bahwa beras yang ditarik tersebut akan diganti dengan beras baru yang memenuhi standar kualitas dan layak konsumsi setelah stok pengganti tersedia di Gudang Bulog.
“Bulog berkomitmen mengganti beras tersebut dengan kualitas yang layak konsumsi. Saat ini kami masih menunggu kedatangan stok baru di gudang untuk proses penggantian,” lanjutnya.
Tiga desa yang disebut masuk dalam proses penggantian beras tersebut di Wilayah Kecamatan Tanah Merah yakni Desa Petong, Desa Pacentan, dan Desa Tanah Merah Laok.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kualitas bantuan pangan, Tim Bulog Bangkalan menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan sebelum beras didistribusikan kepada masyarakat.
“Kedepan kami berkomitmen menyalurkan bantuan pangan dengan tepat jumlah dan tepat kualitas. Sebelum disalurkan, kondisi beras akan terus dilakukan pengecekan agar masyarakat menerima bantuan yang sesuai standar,” tegas Tim Bulog Bangkalan.
Sebelumnya, kualitas beras bantuan pangan khususnya yang di Wilayah Kecamatan Tanah Merah menjadi sorotan berbagai pihak setelah muncul keluhan masyarakat terkait kondisi beras yang dinilai kurang layak konsumsi. Keluhan tersebut mendapat perhatian dari sejumlah elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga pemerintah daerah.
Dengan adanya penarikan dan rencana penggantian beras oleh Bulog Bangkalan, diharapkan masyarakat penerima manfaat dapat memperoleh bantuan pangan yang sesuai standar mutu, aman dikonsumsi, serta memenuhi hak masyarakat sebagaimana tujuan program bantuan pangan pemerintah.
(Azis/Taufik)











