K3S Klampis Jelaskan Alasan Tarik Iuran Guru, Disdik Bangkalan Diminta Turun Tangan

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Polemik terkait permintaan iuran kepada guru di Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan terus bergulir. Sejumlah guru mengaku diminta menyumbang Rp60.000 per orang untuk kegiatan peringatan HUT RI ke-81.

 

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah K3S Kecamatan Klampis akhirnya memberikan penjelasan.

 

Ketua K3S Klampis menegaskan, penarikan iuran dilakukan karena tidak adanya anggaran khusus untuk rangkaian kegiatan Agustus 2026.

 

“Di Klampis ini agendanya banyak, Pak. Ada perkemahan tanggal 12–14 Agustus, jalan santai tanggal 16, lalu tanggal 19–22 Agustus ada lomba antar sekolah. Ada lomba keagamaan, kreativitas siswa, sampai olahraga,” jelasnya, Kamis (6/8/2026).

 

Ia menyebut keputusan tersebut sudah dibahas bersama dalam forum musyawarah para kepala sekolah di bawah K3S. Mengingat keterbatasan dana, pihaknya kemudian mengadopsi mekanisme yang sama seperti tahun sebelumnya.

 

“Kami sudah musyawarah di tingkat kepala sekolah. Karena memang tidak ada biaya, jadi kami mengikuti pola Agustus 2025, yaitu menggalang sumbangan dari kepala sekolah dan guru,” ujarnya.

 

Namun penjelasan itu mendapat tanggapan berbeda dari kalangan guru. Sumber dari guru menilai, beberapa kegiatan yang disebutkan sebenarnya sudah memiliki alokasi dana sendiri.

 

“Kegiatan Pramuka itu sudah ada pos anggarannya. Jalan santai juga sudah ada penjualan kupon. Lomba antar sekolah pun tiap sekolah sudah ada iuran. Kalau sifatnya sukarela dan dimusyawarahkan, kami tidak masalah. Tapi kalau dipatok Rp60 ribu dan tidak ada musyawarah dengan guru, itu yang kami sayangkan,” ungkap salah satu guru.

 

Adanya dua versi keterangan ini menimbulkan pertanyaan publik terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana kegiatan.

 

Jika memang anggaran kegiatan sudah tersedia, maka perlu ada penjelasan terbuka terkait alasan masih adanya iuran tambahan. Sebaliknya, jika memang ada kekurangan, rincian penggunaan dana diharapkan disampaikan agar tidak menimbulkan salah paham.

 

Untuk itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan diminta segera turun tangan. Klarifikasi dan audit administratif dinilai perlu dilakukan agar pengumpulan dana berjalan sesuai aturan, transparan, akuntabel, dan tetap menjunjung asas sukarela.

 

Hingga berita ini dilayangkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan belum memberikan keterangan resmi terkait polemik iuran guru di Kecamatan Klampis. Redaksi http://timesmerahputih.com masih berupaya melakukan konfirmasi dan membuka ruang hak jawab bagi semua pihak terkait.

 

(Azis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Keluarga H. Hamim Thohari Gelar Pengajian dan Doa Bersama, Undang 50 Anak Yatim

Banyuwangi —Times merah putih.com//12 September 2026, Keluarga Bapak H. Hamim Thohari menggelar acara pengajian, tahlil, dan doa bersama dengan mengundang ...

Yusuf Kurniawan Yang Di Sapa Iwan Ketua LSM Harimau DPC Banyuwangi Bersama Jajaran Pengurus Dan Anggotanya Meninjau Lokasi Bersama Perhutani, Membuka Akses Jalan Umum Buat Warga Dusun Wangkal Kalipuro

BANYUWANGI. — Persoalan akses jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah Kalipuro mendapat perhatian dari LSM Harimau DPC Banyuwangi. Lembaga ...

Dandim 0825/Banyuwangi Didampingi Ibu Tekankan Disiplin dan Kehormatan Prajurit Saat Kunjungi Koramil Cluring

Banyuwangi -Times Merah putih.com//Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., bersama Ketua Persit KCK Cabang XXXIX Ny ...

Navy Golf Tournament HUT ke-81 TNI AL: Ketika Sportivitas Menjadi Gerakan Kemanusiaan

SURABAYA —  Sekitar 140 peserta Navy Golf Tournament dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut (TNI ...

Jaga Kebersihan Pelabuhan, Polsek Gilimanuk Bersama Lintas Instansi Gelar Aksi Bersih-Bersih

JEMBRANA – Times Merah putih.com//Menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan pelabuhan menjadi tanggung jawab bersama. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih ...

MAKI Jatim Gagas Panggung Besar Ekonomi Kreatif di Banyuwangi, 80 Booth Dorong UMKM Naik Kelas Menuju Pasar Global

SIDOARJO — Banyuwangi kembali diproyeksikan menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan ekonomi kreatif Jawa Timur. Kali ini, panggung tersebut ...
error: Content is protected !!